27 September 2019 | Dilihat: 177 Kali
Polisi Santri Polres Simeulue Gelar Ops Bina Waspada Rencong 2019
noeh21
 

IJN - Simeulue I Polres Simeulue bersama Sat Binmas dan Polisi Santri Polres Simeulue kembali melaksanakan kegiatan Operasi Bina Waspada Rencong 2019 di Pesantren di Desa Suak Buluh Kec.Simeulue Timur Kab. Simeulue. Operasi tersebut telah sudah berjalan beberapa hari dan akan berlangsung selama 5 hari.

Pada pelaksanaan Operasi Bina Waspada Rencong 2019, akan difokuskan untuk menangkal penyebaran aliran radikal ditengah masyarakat.

“Ya, kegiatannya lebih difokuskan untuk mencegah penyebaran paham radikal dan berita Hoax yang dapat memecah belah Persatuan dan Kesatuan NKRI,” kata Kapolres AKBP Ardanto Nugroho, S.I.K., S.H., M.H melalui Kabag Ops AKP Iswahyudi S.H, Jumat, 27 Sepetember 2019.

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, Polisi  Polres Simeulue menyasar sejumlah tempat, seperti pondok Pesantren, kelompok pengajian,  sekolah, diperkantoran dan tempat keramaian di warung-warung kopi.

Dalam Sosialisasi dan Silahturahmi tersebut, Ustadz Mara iman Siregar Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia di Simeulue menjelaskan kepada Para Santri dan seluruh Personil yang hadir, Beliau menjelaskan bahwa, radikalisme bukan ajaran Islam, Islam adalah agama dakwah yang bertujuan menyebarkan kasih sayang dan kebaikan untuk umat manusia. Karenanya, Radikalisme atau sikap ghuluw (melampaui batas dan berlebih-berlebihan) dalam agama, bukanlah ajaran Islam bahkan merupakan sikap tercela dan dilarang oleh syariat.

Sikap ini tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan. Terlebih lagi dalam urusan agama.

Demikian disampaikan Ustaz. Mar iman Siregar, Ketua Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia Kab.Simeulue.

Kemudian Kabag Ops juga menyampaikan," ada tiga tugas Pokok polri sesuai dengan UU nomor 2 tahun 2002 tersebut, Polisi ini tugasnya kompleks, orang senang Polisi boleh masuk, orang susah polisi boleh masuk, orang lagi sedih Polisi juga boleh masuk, dan tujuannya adalah demi Keamanan dan ketertiban Masyarakat, jadi tugas Polisi ini sebenarnya berat, tapi kalau dijalani kemudian disyukuri dinikmati, sama juga seperti pekerjaan yang lain, pahalanya lebih banyak karena tugasnya Kompleks.

Dalam kegiatan Ops Bina Waspada ini mengedepankan tentang yang selama ini menshet kita itu terus diputar  oleh dunia barat, bahwasanya kelompok-kelompok Radikal itu berawal dari agama Islam, oleh sebab itu kita harus bisa menangkal, Polri ini harus cepat mengantisipasi, dengan kegiatan seperti sosialisasi, bahwasanya seperti pak Ustadz jelaskan tadi, Pesantren itulah akan tumbuh para generasi Penerus bangsa, menjadi pemimpin dan yang tugasnya mengedepankan agama dan memberikan tolak ukur bagi bangsa kita ini, karena kalau Pondasi agama kita lemah atau gak kuat,  pada saat dia memimpin atau membidangi satu ilmu suatu pekerjaan nanti dia akan goyah.

Kemudian Bina Waspada ini juga Sosialisasi Bahaya Narkoba, disamping Derelisiasi biar kita tau semua sangat bahayanya Narkoba yang dapat menghancurkan para generasi penerus bangsa,

"Jangan pernah takut sama Polisi, jika ada orang yang mencurigakan silahkan hubungi Bhabinkamtibmas atau pihak Kepolisian," Tutup Kabag Ops.

Selanjutnya dilanjutkan dengan Pengalungan Kain Sorban kepada Kabag Ops dari Pak Ustadz dan Penyerahan AlQur'an dan sembako melalui Pak Ustadz Pesantren tersebut.
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com