08 Juni 2024 | Dilihat: 62 Kali
Didukung BPDPKS dan Ditjenbun
PT RPN Kembali Gelar Pelatihan Teknik Pemetaan Kebun
noeh21
Usai pelatihan teknik pemetaan kebun, PT RPN mengajak peserta mengunjungi kebun rakyat di Desa Jalin, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, untuk mempraktikan materi atau teori yang telah didapat selama pelatihan. | (Foto Dok Indojayanews)
 

IJN - Banda Aceh | PT. Riset Perkebunan Nusantara (RPN) kembali adakan kegiatan pelatihan dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian.
 
Kegiatan pelatihan dengan modul ‘Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit’ diikuti peserta sebanyak 29 orang dari Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, yang diadakan selama lima hari (3 – 7 Juni 2024), di salah satu hotel di Banda Aceh.
 
Sebagai informasi, kegiatan pelatihan petani merupakan pelaksanaan (red-implementasi) program pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) dari BPDPKS dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan pekebun dalam hal pemetaan.
 
Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Iman Yani Harahap mengutarakan pihaknya mendapat kepercayaan dari BPDPKS dan Ditjenbun untuk menyelenggarakan pelatihan petani sawit dengan berbagai modul, salah satunya modul Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit.
 
“Diikuti oleh petani sawit dari Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh. Dengan beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penyelenggaraanya,” ujarnya, saat menyampaikan sambutan.
 
Adapun tujuan dari pelatihan petani sawit dengan modul Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yaitu meningkatkan pengetahuan tentang dasar-dasar pemetaan, meningkatkan pengetahuan tentang peralatan pemetaan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam tracking lahan, pengolahan data, dan penyajian peta, serta meningkatkan keterampilan dalam pemetaan kebun.
 
“Pada pelaksanaannya, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) telah memainkan peran yang penting dalam mengembangkan sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit. PPKS telah berdedikasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas para pekebun dalam sistem usaha ini," kata Dr. Iman Yani.
 
Pada pelaksanaannya, peserta pelatihan mendapatkan berbagai materi di antaranya kebijakan dan regulasi, dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan dan penggunaan alat pemetaan (GPS, Drone, HP dan lainnya), tracking lahan dan sensus tanaman, pembuatan polygon dan peta kebun, pengolahan data dan analisis pengukuran, penyajian/pencetakan peta, praktik pemetaan kebun dan pengolahan hasil.
 
Sambutan dan apresiasi kegiatan pelatihan yang diselenggarakan PT. RPN disampaikan Muklis SP, selaku Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan, Provinsi Aceh. 
 
Ia mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pekebun kelapa sawit. Modul teknik pemetaan kebun dapat membantu pekebun dalam perencanaan penggunaan lahan yang optimal. 
 
“Dengan memiliki pemetaan yang akurat, pekebun dapat mengidentifikasi lahan yang mereka milik,” katanya.
 
Ungkapan terima kasih telah mengikuti pelatihan disampaikan salah satu peserta, Mursalin. Pihaknya menyampaikan kesannya terhadap penyelenggaraan pelatihan ini. 
 
"Saya sangat berterima kasih kepada BPDP KS dan Ditjenbun atas kesempatan mengikuti pelatihan ini. Dengan materi yang diberikan para instruktur kami berharap dapat pulang kembali ke daerah masing-masing dan mengaplikasikan ilmu yang kami dapat dan melakukan pemetaan kebun kita di wilayah masing-masing," ungkapnya. 
 
Untuk menambah pemahaman para peserta perihal teknik pemetaan kebun, PT RPN mengajak peserta mengunjungi kebun rakyat di Desa Jalin, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, untuk mempraktikkan materi atau teori yang telah didapat selama pelatihan.
 
Penulis : Muhammad Zairin
Editor : AF 
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Mesjid, Punge Ujung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh.
Email : redaksiindojaya@gmail.com
Telp. 0821-6735-4345 - 0811 681 450


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com