11 Juli 2019 | Dilihat: 304 Kali
PT. Sansan Saudaratex Jaya Gagal Kelola IPAl,  Satgas Citarum Harum Tutup Paksa Saluran Buang
noeh21
 

IJN – Kembali, DanSektor 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf. Yusep Sudrajat di lokasi Subsektor 13 Kota Cimahi, pada Kamis, 11 Juli 2019 menutup paksa saluran pembuangan limbah salah satu perusahaan tekstil. Adalah PT. Sansan Saudaratex Jaya, pada pagi hari itu ketahuan membuang limbah ke sungai Cibaligo sebagai anak sungai Citarum,   dalam kondisi masih tampak kotor atau tanpa diolah IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).  

Kejadian ini dipergoki Satgas Citarum Harum sekira pukul 09. 50 Wib – Kondisi limbah saat itu mengeluarkan suhu panas, warna merah keruh, malah ada asapnya, kata para petugas.

Diperoleh info, perintah penutupan saluran buangan limbah ini, langsung dari Dansektor 21. Ini dilakukan usai anggota patrol melaporkan hasil penelusuran sungai Cibaligo pada pagi hari itu.

Menurut Andri, anggota Satgas Citarum Harum yang terlibat langsung dalam patroli ini:

"Waduh Mas, air limbah saat ditemukan masih dalam keadaan berbusa, dan panas berwarna merah keruh. Setelah mendapat perintah dari Dansektor untuk menutup saluran, kami laksanakan perintah itu. Ini untuk menjaga agar perusahaan lain yang ada di wilayah Sektor 21 khususnya Cimahi, mentaati komitmen yang sudah pernah dibuat dan disepakati, yaitu tidak membuang limbah dalam keadaan kotor
 Tindakan ini kedua kalinya untuk pabrik ini".

Pada pihak lain Avelia, Staf Manager sebagai representasi Pimpinan perusahaan, kala dimintai penjelasan atas kejadian ini:

"Kami mohon maaf atas kejadian yang dilaporkan tim Satgas Citarum Harum. Dimana dari gorong gorong keluaran drainase kami ke badan sungai, ditemukan cairan berwarna dengan PH tinggi hingga mencapai 12", kata Avelia

Masih kata Avelia, menurutnya tak sedikit pun ada unsur kesengajaan dalam kejadian ini. Menurutnya, ini murni kelalaian kerja dari SDM kami. Terjadi, karena ada kerusakan disalah satu pompa, sehingga air buangan dari boiler tidak tertampung dalam bak penampungan yang dari boiler, hingga meluber ke jalan dan masuk ke gorong gorong drainase kami.

"Sebenarnya, kesalahan kami karena tidak adanya pelaporan/berita acara atas permasalahan di atas kepada tim satgas saat permasalahan terjadi. Maka dari itu, kami perlu terus meningkatkan kesigapan, untuk setiap permasalahan yang terjadi di perusahaan kami, semoga tidak akan ada kasus seperti ini lagi di masa yang akan datang", jelas  Avelia

Masih di kesempatan ini Avelia, menjelaskan bahwa pihak perusahaan selalu berkomitment mendukung program Citarum Harum.

"Perusahaan kami, Sansan Saudaratex Jaya menanamkan Investasi besar untuk IPAL kami demi mencapai baku mutu yang telah ditetapkan termasuk warna hasil olahan. Bagaimana mungkin kita mengkhianati komitment kami sendiri", ujarnya

Selanjutnya Avelia menambahkan: "Kami selalu terbuka, baik kepada seluruh tim Satgas Citarum Harum, Dinas Lingkungan Hidup bahkan dengan Lembaga Masyarakat lainnya termasuk para peliput media, atas apa yang kami sedang kerjakan saat ini demi terus menjaga komitment kami terhadap Citarum Harum dan lingkungan. Terima kasih atas dukungan dan kerjasamanya dari tim Satgas ke perusahaan kami selama ini. Semoga penjelasan ini bisa memberikan gambaran ihwal duduk persoalan yang sebenarnya", tutup Adelia yang tampak pasrah, namun secepatnya akan memperbaikinya “Secepatnya kami recovery” 

Penulis : Harri Safiari
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com