20 Juni 2019 | Dilihat: 411 Kali
PUPG di Haramkan MPU, Begini Tanggapan Pemuda Aceh Timur
noeh21
 

IJN - Aceh Timur | Putusan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) tentang haramnya bermain game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) di sambut baik kaum milenial, seperti yang di katakan Irwansyah pemuda Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Provinsi Aceh, Kamis 20 Juni 2019.

Bahwa ia sangat bersyukur karena fatwa tersebut, sebab banyaknya pemuda yang candu dan lalai dengan game online, apalagi game online jenis ini dapat merusak moral para pemuda di bumi serambi mekah. 

Sebagai penerus bangsa, menjadi Khairul Ummah dalam melahirkan ummat terbaik di buka bumi guna di persiapkan menjadi pemimpin,  maka kita perlu pendidikan yang mumpuni. 

"Hadirnya game online Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) dan sejenisnya, tentunya dapat merusak moral anak-anak, Aceh,  ketika berbicara orang-orang pilihan nantinya, apakah kita akan melihat orang-orang yang demam game online," ujarnya.

Kemudian mahasiswa komunikasi dan Penyiaran Islam di kampus Institut Agama Islam ini Juga Menambahkan, ketika waktu senggang terkuras untuk main game online, kapan kiranya pemuda,  pelajar, mahasiswa dan santri di Aceh menyisakan waktunya untuk belajar. 

"Yang amat menyedihkan lagi, hari ini banyak penyalahgunaan teknologi yang di konsumsi oleh anak-anak Aceh, layaknya penggunaan internet di warkop,  jika seharusnya menjadi sarana edukasi yang mendidik, kini hilang di pengaruhi hal demikian," tambahnya.

Irwansyah juga mengatakan, bahwa Aceh hari ini membutuhkan pemuda dan pemudi cerdas yang menjadi pejuang, jika game online dan sejenisnya terus menerus di genggam, apakah akan hadir pemuda seperti Cut Meutia, dan pemudi seperti Cut Nyak Dhien,  tidak pastinya, keinginan itu hanya akan menjadi mimpi belaka. 

"Oleh karena itu, dengan adanya fatwa tersebut, mari sama-sama kita meninggalkan hal yang tidak baik dalam kehidupan kita, mari kita menentukan hidup menjaga lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Aulia Ramadhan ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Timur Raya periode 2017-2019 mengatakan hal senada, ia juga mengkhawatirkan game online PUPG, Fire Fire dan game online lainnya dapat merusak pelajar,  pemuda sebagai penerus bangsa. 

Ia juga mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam dunia pendidikan.

"Karena dengan pendidikan kita dapat mengubah dunia," demikian dikatakan Aulia.

Penulis : Mhd Fahmi
Editor    : Rudi H
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com