06 Juni 2022 | Dilihat: 105 Kali
Rafli Kande Pertanyakan Rute Penerbangan Internasional Bandara SIM
noeh21
Rafli Kande
 

IJN - Banda Aceh | Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rafli, mempertanyakan route penerbangan Internasional di Bandara Sultan Iskandar Muda ( SIM ) Aceh, yang tak kunjung di buka kembali, seiring situasi darurat penyebaran Covid-19 berakhir.

Menurut Rafli, keistimewaan Aceh tertuang dalam UUPA pasal 165 terkait investasi dan hubungan internasional.

“Posisi strategis Aceh jalur penerbangan international akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata, karena mayoritas wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Aceh berasal dari Malaysia. Disisi lain memberikan alternatif transportasi dengan harga terjangkau bagi masyarakat,” ujar Rafli Kande, Senin 6 Juni 2022.

Pemerintah Aceh juga, kata Rafli, diharapkan sudah menyiapkan langkah-langkah dan prosedur seperti Provinsi lain yang sudah mendapatkan izin hubungan Internasional.

Seperti diketahui, Bandar Udara (Bandara) Sultan Iskandar Muda, Aceh masuk ke dalam enam bandara yang dibuka untuk penerbangan Internasional.

Berdasarkan surat edaran yang mengatur aktivitas perjalanan domestik dan mancanegara dalam rangka menindaklanjuti arahan pemerintah untuk transisi menuju endemi Covid-19.

Surat edaran yang dimaksud, yakni SE No.18 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan SE No. 19 Tahun 2022 terkait Protokol Kesehatan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang berlaku mulai 18 Mei 2022.

Kebijakan serupa juga berlaku untuk mendukung operasional program haji yang akan dibuka 4 Juni hingga 15 Agustus 2022. Serta dibukanya seluruh pelabuhan internasional di Indonesia, dibukanya enam perbatasan lintas batas negara (jalur darat), yaitu Nanga Badau (Kalimantan Barat), Motamasin (NTT), Wini (NTT), Skouw (Papua), dan Sota (Papua).

Selain Aceh, ada lima bandara lainnya yakni Minangkabau (Sumatera Barat), Sultan Mahmud Badaruddin II (Sumatera Selatan), Adisumarmo (Jawa Tengah), Syamsuddin Noor (Kalimantan Selatan), dan Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (Kalimantan Timur).

Sementara Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Bandara SIM, Muhammad Iwan Sutisna mengatakan Gubernur Aceh sudah merespon untuk membantu membuka kembali penerbangan Internasional di Bandara SIM dengan menyurati Kemenhub. “Karena yang menentukan dibukanya itu di Pemerintah Pusat,” ujanya via pesan WA.
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com