25 Januari 2024 | Dilihat: 266 Kali
RDP Sengketa Lahan HGU PT SPS 2 Ditunda, Ini Penyebabnya
noeh21
DPRK Nagan Raya melakukan rapat dengar pendapat terkait persengketaan lahan antara masyarakat dan perusahaan. Foto. Hendria Irawan/IJN
 

IJN - Nagan Raya | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya menunda sementara Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait persengketaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Surya Panen Subur (SPS) 2 dengan masyarakat gampong Pulo Kruet dan Babah Lueng, daerah setempat.

H
al itu disampaikan Ketua DPRK Nagan Raya, Jonniadi SE.,M.Si kepada Indojayanews.com di kantor Camat Darul Makmur, Rabu 25 Januari 2024.

"RDP persengketaan lahan HGU PT. SPS 2 dengan masyarakat ditunda sementara, karena pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) tidak berhadir," katanya.

Ia menjelaskan, RDP akan diagendakan ulang untuk mendengarkan langsung keterangan pihak BPN Nagan Raya terkait persengketaan tersebut. "Karena pihak BPN tak hadir, kita agendakan kembali RDP ini dalam waktu dekat," jelasnya.

Disebutkan, agenda ulang itu dilakukan untuk memperoleh keterangan langsung dari pihak BPN Nagan Raya terkait persengketaan lahan HGU PT SPS 2 dengan masyarakat.

"Kami butuh keterangan BPN, dalam agenda kedepan, kita meminta masyarakat yang bersengketa untuk hadir di RDP lanjutan. Namun hari ini kita tampung semua aspirasi masyarakat,"demikian kata Jonniadi.

Rapat dengar pendapat ini turut dihadiri Ketua DPRK Nagan Raya, Jonniadi, SE.,M.Si Dandim Nagan Raya, Letkol Inf Fairuzzabadi, S.H.

Turut hadir juga Anggota DPRK Nagan Raya, M Zaini, Raja Sayang, Plt Kadis Perkebunan Nagan Raya, Ardinata Ibrahim, Yuliana Yatim, Danramil darul makmur, Kanit Intel, pihak PT SPS 2, Keuchik, dan masyarakat yang bersengketa.

DPRK Surati PT SPS 2 hentikan sementara Aktivitas di lahan Sengketa

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRK Nagan Raya Jonniadi menyurati PT Surya Panen Subur (SPS) 2 untuk menghentikan sementara aktivitas Hak Guna Usaha (HGU) yang bersengketa dengan masyarakat gampong Pulo Kruet dan gampong Babah Lueng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten setempat.

Ketua DPRK Nagan Raya, Jonniadi SE.,M.Si mengatakan, surat penghentian aktivitas sementara di lahan yang bersengketa, kerena adanya laporan dari masyarakat dan hasil kunjungan lapangan.

"DPRK Nagan Raya mengharapkan para pihak yang bersengketa untuk sementara waktu tidak melakukan aktifitas apapun dilokasi sengketa, sampai adanya penyelesaian terhadap sengketa lahan dimaksud," kata Jonniadi, Selasa (23/1).

Jonniadi juga mengajak pihak-pihak yang bersengketa agar segera duduk bersama untuk mengambil langkah penyelesaian. "Kita mengajak pihak-pihak yang bersengketa agar segera duduk bersama untuk mengambil langkah-langkah untuk penyelesaian," ucapnya.

Ia menyesalkan selama ini HGU terlantar di Kabupaten Nagan Raya selalu menjadi masalah. "Kita sesalkan selama ini HGU terlantar selalu menjadi masalah,"tutupnya.


Penulis : Hendria Irawan
E
ditor : Afrizal

Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com