12 Januari 2019 | Dilihat: 309 Kali
Ridwan Kamil Apresiasi Langkah Gerakan Hejo Revitalisasi Sungai Citarum
noeh21
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil foto bersama sejumlah tokoh Gerakan Hejo, Foto; Harri S
 

IJN - Bandung | Gedung Pakuan yang dikenal sebagai rumah dinas Gubernur Jabar, dan kini ditempati Ridwan Kamil, Jumat 11 Januari 2019, bersuasana lain. Gerangannya, sore itu Kang Emil ini sapaan Ridwan Kamil yang didamping  Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat Eddy Nasution, menerima Eka Santosa Ketua Umum DPP Gerakan Hejo yang didampingi rombongan, termasuk dari elemen masyarakat di luar Gerakan Hejo.

Hadir dalam rombongan Eka hari itu Agus Warsito, Sekjen DPP Gerakan Hejo, beserta fungsionaris lainnya. Sedangkan elemen masyarakat pegiat lingkungan hidup, di antaranya Betha Kurniawan dan Ewik Susilowati dari PT. Bintang Bahagia Bersama. Keduanya, kini fokus dalam pengadaan mesin pemusnah sampah ramah lingkungan dan hemat enerji di bantaran Sungai Citarum.  

Lanjutnya ikut serta Andi J Sunadim, General Manager PT. Gani Arta Dwitunggal. Ia merupakan produsen KJA (Keramba Jaring Apung) kualitas ekspor untuk budi daya perikanan di danau dan peraian laut.

Unsur pegiat lingkungan hidup lainnya: Harun, Sekertaris Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum; dan Jajang Sanaga Ketua Harian BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jabar.

Jadi Pelindung Gerakan Hejo

Menurut Eka seusai pertemuan ini, ”Banyak hal paling penting kami bahas bersama. Di antaranya, Kang Emil bersedia jadi pelindung Gerakan Hejo. Tentu, niatan ini kami syukuri, utamanya demi dukungan terwujudnya Jabar Juara lahir bathin.”

Pada pihak lain Deni Tudi Rahayu yang biasa disapa Ozenk selaku Wakil Ketua Bidang Kreasi & Karya Cipta DPP Gerakan Hejo ”Inti program Gerakan Hejo dalam konteks pemberdayaan lingkungan dengan fokus pengembangan bidang ekologi, ekonomi, dan edukasi, banyak dibahas dan diapresiasi pada pertemuan ini.”

Lainnya, Agus Warsito menjelaskan keterlibatan produsen KJA yang produknya di bidang perikanan darat maupun laut sudah dipakai di beberapa negara, 

”Pemberdayaan nelayan budi daya dan tangkap khusus di Jabar, perlu terobosan teknologi. Pun kehadiran unsur Foum DAS Citarum dirasa perlu, sebagai penyegaran pada era Kang Emil ini. Forum ini telah terbentuk sejak 2013, kini hadir Citarum Harum sesuai Keppres  No 15 Tahun 2018, harus diperbarui demi sinergitas di lapangan, "ujar Agus Warsito.

Masih menurut Agus, warna-warni pada pertemuan ini sempat pula diramaikan isu aktual seputar perbaikan lingkungan hidup di Jabar, ini meliputi pemberdayaan ekonomi. Salah satu contohnya, Enang Nurdin, Ketua Gerakan Hejo Kabupaten Kuningan, memaparkan perlunya penanaman ratusan hektar  tanah tandus dan terlantar oleh tanaman jambu air di daerahnya.

”Ini dibutuhkan sedikitnya oleh 20 pengusaha tape ketan, sebagai bahan baku pembungkusnya. Saat ini Kuningan sangat kekurangan daun jambu. Solusi jangka pendek, mendatangkan dari Lampung, Jawa Tengah (Pekalongan, Pemalang). Ini kan ironi? Makanya, segera kita tanami ratusan hektar lahan gundul oleh ribuan pohon jambu, bersama instansi dan masyarakat setempat.”

Lainnya lagi, ada hal unik yang dikomentari Ridwan Kamil. Ini terjadi tatkala Dr. Neneng Nenih, akademisi dari Universitas Bale Bandung di Kabupaten Bandung, sebagai pakar konservasi lahan:

”Katanya, dalam pengamatannya lebih dari dua dekade, sebagian besar warga Bale Endah justru menanti kehadiran banjir di sana?!” papar Agus sambil menjelaskan reaksi Ridwan Kamil –“Mengapa ini terjadi? Saya mengerti kalau ketika banjir justru banyak bantuan, dan perahu serta alat transportasi milik mereka laku justru disewa oleh para penolong bencana . Ini fenomena buruk, harus segera dihilangkan.”

Citarum Expo

Penutupnya, merespon kehadiran Gerakan Hejo di Gedung Pakuan, Ridwan Kamil akan menindaklanjuti banyak hal, diantaranya perlu keterpaduan sebagai Dan Satgas Program Citarum Harum. Termasuk, kerja sama dalam membangun Jabar juara lahir bathin, tidaklah bisa dikerjakan oleh sektor tertentu saja. Kala itu Ridwan Kamil sempat menganalogikan revitalisasi Sungai Citarum, ibarat semua pegiat lingkungan hidup sebagai pemain bola yang belum bisa memasukkan bola ke gawang lawan.

“Sepertinya, para pemain masih asyik bermain sendiri, makanya perlu keterpaduan untuk bikin goal ke lawan main,” jelas Agus menirukan suara Ridwan Kamil.  

Terbetik dalam pertemuan ini, Ridwan Kamil dan Eddy Nasution dalam waktu dekat (21/1/2019) akan menggelar Citarum Expo di Gedung Sate.

“Di ajang ini semua elemen yang terlibat pada revitalisasi Sungai Citarum tampil bersama. Sedikitnya, 50 elemen pegiat rehabilitasi Citarum. Insya Alloh Gerakan Hejo dan elemen masyarakat lain akan hadir” tutup  Agus. (Harri Safiari)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com