15 Oktober 2019 | Dilihat: 1216 Kali
Ronny: DPRK Aceh Timur Takkan Bernyali Kritik Bupati Rocky
noeh21
Bupati Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib (Rocky). Foto: Bag. Humas dan Protokoler Setdakab Aceh Timur/Ilustrasi
 

IJN - Aceh Timur | Pegiat Sosial yang juga salah satu Pemuda Aceh Timur, Ronny Hariyanto memprediksi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Timur periode 2019-2024 tidak akan punya nyali mengkritik Bupati Hasballah M. Thaib (Rocky).

"Saya yakin mereka tidak akan berani kritis terhadap pemerintah, apalagi mengkritik bupati, merekat bakal tetap jadi macan ompong dan melanjutkan budaya tukang stempel, peran mereka sebenarnya nantinya mungkin hanya akan ditutup-tutupi dengan pencitraan, misalkan bagi-bagi sembako dan pamer foto sama orang miskin dengan bantuan satu kardus mie instan, lalu digembar-gemborkan di media sebagai tanda mereka peduli dan orang baik yang sudah bekerja, padahal itu jauh dari tugas utamanya," kata Ronny pada Media INDOJAYANEWS.COM, Selasa 15 Oktober 2019.

Menurut Ronny, jika anggota DPRK Aceh Timur tidak berani mengkritik kebijakan publik Bupati Rocky, maka akan menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

"Problem sosial kan banyak, terkadang banyak intansi pemerintah yang menjadi mitra DPRK belum bekerja dengan baik, nah bayangkan jika tidak ada pengawasan atau kritik dari wakil rakyat, itu kan merugikan rakyat, buat apa merek ada di situ (jabatan DPRK) kalau cuma jadi macan ompong yang tidak berani mengaum," ketus putra asal Idi Rayeuk itu.

Ronny juga mengklaim bahwa pola pencitraan yang telah mendarah daging sebagai senjata pamungkas elit politik selama ini, merupakan bentuk lain dari pembodohan publik yang memuakkan, juga kebohongan serta kepalsuan yang sangat terbuka secara terang-terangan. 

"Bayangin aja ya, mereka nyari objek masyarakat miskin didatangin, dikasih bantuan sepapan telur, sekardus indomie, diblow up media, dan dicitrakan luar biasa, lalu mereka gajian puluhan juta dan fasilitas lainnya, padahal yang dia bantu cuma satu orang, tapi kesannya jutaan, bagaimana nasib ribuan rakyat lainnya, dan pas di kebijakan terkait kepentingan banyak orang, mereka bungkam, itu maksud saya merugikan publik," jelasnya.

Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh tersebut menambahkan, ironisnya sebagian besar oknum wakil rakyat lainnya bahkan tidak melalukan apa-apa dan tidak pernah nampak batang hidungnya hingga akhir massa jabatan.

"Yang parah lagi, sama sekali tidak berbuat apa-apa, tapi tiap bulan tidak malu-malu untuk gajian, tidak pernah nampak mukanya di depan publik, sampai akhir masa jabatan. Nah dewan apa macam itu," ucapnya.

Ronny juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperkuat parlemen jalanan untuk terus mengawal dan mengkritisi jalannya pemerintahan utamanya DPRK Aceh Timur.

"Kami akan terus bangun penguatan sipil, bersama mahasiswa, aktivis, Pers, LBH, masyarakat serta elemen sipil lainnya dibantu juga oleh aktivis-aktivis dan media luar Aceh Timur, agar roda pemerintahan di Aceh Timur berjalan dengan baik, dan kepentingan masyarakat terpenuhi dengan baik, terutama DPRK, agar tidak membadut lagi," ungkapnya.

"Jangan pernah anggap kami musuh, karena itu hak kami untuk mengawasi, agar kalian bekerja dan semuanya berjalan sesuai harapan rakyat," demikian kata Ronny mengakhiri pernyataan persnya.

Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com