12 Desember 2018 | Dilihat: 229 Kali
Soal Drainase Retak, YARA Minta Dinas PUPR Aceh Putuskan Kontrak Kerja
noeh21
Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako
 

IJN | Subulussalam - Pembangunan saluran pembuangan air atau drainase yang dibangun dipinggir jalan lintas nasional menuai protes karena diduga  kurang berkualitas. Pasalnya, dalam seminggu terakhir ada dua titik ditemukan bermasalah yang terkesan dikerjakan asal-asalan oleh rekanan.

Baca Juga : Soal Drainase Retak, Pelaksana : Itu Faktor Hujan

Minggu lalu, tutup drainase diganjal menggunakan batu mangga untuk meratakan ketinggian dinding drainase. Hal itu diakui rekanan ada kesalahan dan berakhir pembongkaran dan diperbaiki oleh rekanan sendiri. Tak berselang lama, juga ditemukan pinggir atas dinding drainase dititik lain mengalami retak sepanjang 12 meter. Padahal, drainase tersebut belum sampai dua Minggu selesai dikerjakan.

Baca Juga : Dua Minggu Selesai di Cor, Pinggir Drainase Sudah Retak

Dinilai kurang berkualitas, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako turut angkat bicara dan meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Aceh agar memutus kontrak kerja rekanan. Sebab, kata Edi, dana pembangunan drainase tersebut bersumber dari Otsus yang ditangani langsung pihak provinsi. 

Baca juga : Diprotes, Pembangunan Drainase Dibongkar

"Sudah terbukti dua kali ditemukan pekerjaan kurang berkualitas dan terkesan dibangun asal-asalan oleh rekanan. Maka dari itu kami meminta kepada dinas pekerjaan umum provinsi aceh untuk segera memutus kontrak kerja terkait pembangunan drainase yang berada sebelah kiri dari arah Aceh Selatan itu," kata Edi kepada IJN, Rabu 12 Desember 2018.

Baca Juga : YARA Minta Kontraktor Tak Sekedar Keruk Keuntungan di Subulussalam 

Edi juga menyayangkan ketidakseriusan rekanan dalam mengerjakan proyek yang diketahui dikerjakan PT. Pelita Nusa dan terkesan tergesa-gesa karena sudah akhir tahun.

"Kalau begini yang rugi masyarakat, belum sampai dua Minggu selesai dikerjakan sudah mengalami ke retakan, " ujar Edi (AB)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com