15 Feb 2021 | Dilihat: 802 Kali

SPMA Minta BPK RI Audit Dana Recofusing Kota Subulussalam

noeh21
Ket foto : Muzir Maha
      
IJN - Banda Aceh | Hampir sudah satu tahun virus covid 19 melanda Indonesia, virus yang bermula dari negeri China itu dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, jutaan jiwa  pun menjadi korban bahkan mengakibat ekonomi global menurun drastis, Oktober 2020 IMF mencatat pandemi virus corona telah menyebabkan kerugian perekonomian global sebesar 12 triliun dolar AS atau sekitar Rp168.000 triliun (kurs Rp14 ribu).

Hal tersebut juga berlaku di Aceh, penurunan daya beli masyarakat terlihat menurun padahal berbagai langkah telah dilakukan pemerintah untuk menangani dampak negatif virus covid 19 ini, dimana Aceh sendiri telah realokasikan anggaran untuk penanganan covid 19 hingga 2,3 triliun, sedangkan untuk Kota Subulussalam sendiri dari data yang kami peroleh alokasi penanganan covid 19 per Juli 2020 sebesar Rp.41,664,620,900 miliar dengan realisasi Rp.22,112,188,986 miliar (53,07%) namun hal tersebut perlu di klarifikasi bila terjadi kekeliruan. 

Demikian disampaikan Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Kota Subulussalam, Muzir Maha dalam pesan rilisnya terima Media INDOJAYANEWS.COM, Senin 15 Februari 2021.

Dengan besarnya alokasi anggaran Covid 19 di Kota Subulussalam, Muzir miminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wilayah Aceh untuk mengaudit dana Recofusing Kota Subulussalam. Sebab kata Muzir, ada kecurigaannya dalam laporan kinerja bidang kesehatan untuk pencegahan Covid 19 tahun anggaran 2020. Salah satunya adalah belanja peralatan dan perlengkapan kesehatan dengan realisasi Rp. 1,900,000,000 miliar.

"Sementara Kota Subulussalam sendiri tidak termasuk zona parah, tercatat per November 2020 kasus positif covid 19 di kota tersebut hanya 79 orang, 69 dinyatakan sembuh dan 7 orang meninggal dunia. Sedangkan untuk penerapan protokol kesehatan di kota Subulussalam menurut Muzir rendah, banyak tempat hiburan, warkop dan jajanan ramai pengunjung dan tak jarang tidak mematuhi Prokes Covid 19. Jadi pertanyaannya kemana saja anggaran itu di gunakan," Tanya Muzir

Ditambah, saat ini pos pemeriksaan suhu tubuh di perbatasan Jontor pun telah di tutup, padahal Pemerintah Indonesia belum mengumumkan secara resmi akan berakhirnya virus covid 19. "Kalau kita melintas di perbatasan yang pos nya ada di timbangan Jontor tidak ada lagi pemeriksaan antisipasi Covid-19. Padahal, pemerintah pusat belum mengumumkan secara resmi berakhirnya virus Corona," tutupnya. (Red)