13 November 2019 | Dilihat: 88 Kali
Tak Kuorum, Paripurna DPRK Aceh Singkil Molor Berjam-jam
noeh21
Anggota DPRK Aceh Singkil saat mengikuti rapat paripurna penyampaian laporan Banggar terhadap hasil pembahasan rancangan KUA PPAS R-APBK setempat 2020.
 

IJN - Aceh Singkil | Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Singkil, dengan agenda penyampaian laporan Banggar terhadap hasil pembahasan rancangan sekaligus penandatanganan nota kesepakatan bersama antara pihak Legislatif dengan Eksekutif tentang KUA-PPAS R-APBK Aceh Singkil tahun 2020, Rabu, 13 November 2019, molor dan ditunda hingga berjam-jam.
 
Molornya rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRK Aceh Singkil, Hasanuddin Aritonang, karena anggota Dewan yang hadir tidak mencukupi kourum.
 
Padahal, sesuai dengan agenda dalam undangan rapat tersebut dijadwalkan pukul 09.00 WIB, digedung dewan Aceh Singkil. Namun, rapat baru dimulai pukul 14.47 WIB. 
 
"Dari 25 orang anggota DPRK, yang hadir menanda tangani absen 22 orang. Dengan begitu rapat dinyatakan sah," ucap Ketua DPRK Aceh Singkil, Hasanuddin Aritonang, saat membuka dan melanjutkan rapat.
 
Selanjutnya, juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRK Aceh Singkil, Yulihardin menyampaikan, awalnya Proyeksi target penerimaan APBK Aceh Singkil 2020 sebesar Rp 937.930.834.116 dengan Belanja daerah, Rp 934.547.754.116.
 
"Namun, dalam pembahasan antara Banggar bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) Aceh Singkil, penerimaan maupun belanja daerah setempat terjadi perubahan penambahan," ucap Yulihardin saat menyampaikan laporan Banggar terhadap hasil pembahasan rancangan KUA-PPAS R-APBK Aceh Singkil tahun 2020.
 
Akhirnya, pihak Banggar dan TAPK menyepakati proyeksi target penerimaan pendapatan Kabupaten Aceh Singkil bertambah menjadi sebesar Rp.939.347.153.693. Dengan total belanja, Rp.939.347.153.693, terbagi dalam Belanja Tidak Langsung, Rp.432 lebih dan Belanja Langsung, Rp. 506 lebih.
 
"Dengan begitu, berarti posisi anggaran Kabupaten Aceh Singkil tahun 2020 berimbang," jelasnya.
 
Yulihardin menambahkan, dari sumber penerimaan, PAD, DAU, DAK, Dana Perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah. "Sisa lebih hitung pembiayaan tahun anggaran sebelumnya atau silpa tahun 2018," ujarnya.
 
Diharapkan, pihak SKPK jajaran Pemkab Aceh Singkil dapat menyampaikan program-program yang memuat prioritas yang harus dianggarkan tahun 2020.
 
Usai penyampaian laporan Banggar, pimpinan bersama Banmus DPRK Aceh Singkil, melakukan rapat diruang Ketua Dewan.
 
Penulis : Erwan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com