30 Mei 2019 | Dilihat: 709 Kali
Tgk Ahmad Razak: Pernyataan Mualem Terkesan Kepentingan Kelompok Tertentu
noeh21
Tgk. Muhammad Razak, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Simpang Ulim, Aceh Timur
 

IJN - Aceh Timur | Tgk. Muhammad Razak, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Daerah II Simpang Ulim, Aceh Timur menilai pernyataan Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem tentang referendum belum tepat disampaikan saat ini. 

Menurutnya, wacana referendum yang disampaikan Mualem dihadapan Pangdam Iskandar Muda serta pejabat Aceh lainnya pada acara do'a dan buka puasa bersama di Amel Center, Banda Aceh, Senin (27/05/2019) kemarin terkesan hanya untuk kepentingan kelompok saja. 

"Saya tidak setuju dengan pendapat Mualem yang meminta referendum. Karena Mualem sepertinya sudah mementingkan untuk kelompok tertentu," ujar Muhammad Razak yang akrab disapa Ahmad Razak kepada awak media, Kamis 30 Mei 2019, di Simpang Ulim. 

"Kenapa Mualem mengeluarkan pernyataan referendum tanpa bermusyawarah lebih dulu. Karena itu saya minta jangan ciptakan lagi konflik di Aceh, karena rakyat sudah cukup menderita," imbuhnya. 

Ahmad Razak juga menyampaikan, pernyataan Mualem tersebut telah mengungkit kenangan masa lalu. Dan hal itu dinilai tidaklah perlu diungkit lagi. Karena pasca MoU Helsinky, Aceh sudah menyatakan sikap setia dan bersatu dalam bingkai NKRI.

"Kasihan rakyat yang tidak mengerti apa-apa. Jangan lagi rakyat aceh dimanfaatkan hanya untuk ambisi dan kepentingan pribadi," ungkapnya. 

Sudah cukup pengorbanan rakyat semasa konflik yang sampai saat ini nasibnya masih terlantar karena tidak adanya perhatian dari penguasa, tambahnya lagi.

Ahmad Razak mengimbau masyarakat Aceh tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kata-kata Mualem serta ajakan orang-orang tak bertanggungjawab. 

"Saya mengimbau kepada rakyat Aceh, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan kata-kata Mualem," katanya. 

Masyarakat diharapkan tidak mengikuti ajakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Mari kita menjaga perdamaian yang sudah tercipta selama ini," pungkas Ahmad Razak. 

Penulis : LI
Editor : Rudi H
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com