29 November 2021 | Dilihat: 286 Kali
Tiga Pelaku Judi Online di Nagan Raya Dicambuk
noeh21
 

IJN - Suka Makmue | Tiga orang pelaku kasus judi online (Chip Higg Domino) jalani hukum cambuk yang digelar di Komplek Perkantoran Suka Makmue, Senin 29 November 2021.

​​​​​​Seperti diketahui, perjudian secara online melanggar pasal 20 qanun Aceh No 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Adapun ketiga pelaku maisir yang dicambuk yakni berinisial DE (21) Kecamatan Kuala, EF (44) warga Kecamatan Seunagan, MT (29) warga kecamatan Seunagan.

Masing-masing pelaku dicambuk sebanyak 20 kali dengan pengurangan masa tahanan 3 kali dan menjadi 17 kali cambuk.

Sebelumnya, proses eksekusi dibacakan surat keputusan oleh Kasie Pidum Kejari Nagan Raya, R Bayu Ferdian.
 
Pelaku maisir tersebut setelah menjalani eksekusi langsung diberikan surat bebas penahanan dari pihak terkait.
 
Kajari Nagan Raya Dudi Mulyakusumah, SH.,MH mengatakan, masyarakat untuk lebih sadar hukum apalagi tentang syariat islam
 
"Jadi hukuman pidana cambuk 20 kali, dikurangi masa penahanan selama 3 bulan jadi eksekusi sebanyak 17 kali, mengharapkan bahwa pelaku tindak pidana khususnya maisir agar semakin hari semakin kurang dengan cambuk terbuka ini dan masyarakat mengambil hikmah bahwa jangan sekali-kali melakukan tindak pidana yang dilarang oleh Negara," ucap Dudi.
 
Dia menyebutkan, maisir ada peningkatan kasusnya, faktor tindak pidana ada banyak.

"Menurut hemat saya, kedepan kita lebih meningkatkan moralitas, karena semua berawal dari moralitas dan perbuatan ini dilarang,"sebutnya.
​​​​​​
Sementara itu, Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham yang diwakili Asisten I Setdakab Zulfika SH mengatakan, cambuk sebagai hukuman dalam penerapan syariat islam di Aceh. Yang diatur dalam qanun Aceh Nomor 13 tahun 2003 tentang maisir (Perjudian), adalah di ancam dengan hukuman cambuk didepan umum maksimal 12 kali minimal 6 kali cambuk.
 
"Hukuman cambuk yang diberikan kepada pelaku tindak pidana perjudian, sebagai upaya untuk memberi efek jera bagi pelaku sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan perbuatan tersebut," kata Zulfika.
 
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya berharap kedepannya pelanggaran hukum jarimah maisir (judi) di Nagan Raya bisa hilang dimana suksesnya suatu daerah dalam menangani Hukum cambuk bukan dari banyaknya kasus, malainkan dari minimnya kasus.
 
"Kami juga berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan perannya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan perbuatan maisir di Nagan Raya. Eksekusi ini juga menjadi bukti, bahwa penegakan syariat islam di bumi Nagan Raya sesuai dengan Motto pemerintah yakni Agam Tapeukong, Budaya Tajaga benar-benar berjalan dengan baik." Tutupnya.
 
Hadir mewakili Bupati Nagan Raya, Asisten I Zulfika SH, Kajari Dudi Mulyakusumah, SH., MH, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Bukhari SE, Kadis Syariat Islam Wahidin SE serta unsur perwakilan Makamah Syar'iyah Suka Makmue dan pejabat terkait lainnya. (Red)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com