11 Agustus 2023 | Dilihat: 117 Kali
Tim peniliti Puslitbang Kumdil Mahkamah Agung RI Sambangi Aceh, Ini yang Dibahas!
noeh21
Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia berkunjung ke Provinsi Aceh, Jumat, 11 Agustus 2023. Foto. Istimewa
 

IJN - Jantho | Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Peradilan (Puslitbang Kumdil) Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) berkunjung ke Provinsi Aceh, Jum'at, 11 Agustus 2023. 
 
Kunjungan tim peniliti Puslitbang Kumdil Mahkamah Agung disambut langsung oleh para hakim, panitera dan sekretaris beserta aparatur lainnya 
 
Tim peniliti yang diketuai oleh Dr. Khoirul Anwar, S.Ag., M.H. tersebut dalam rangka melaksanakan audiensi, wawancara dan pengumpulan data terkait menyusun naskah akademik penyempurnaan kompilasi Hukum Ekonomi Syar'iyah (KHES). 

Baca juga : Warga Desa Ujung Aceh Singkil Harap Dapat Bantuan Perbaikan Rumah yang Terbakar
 
Bahkan, kedatangan tim peneliti merupakan kunjungan ke-empat setelah sebelum melakukan kunjungan ke Mahkamah Syar'iyah Aceh, Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh dan Mahkamah Syar'iyah Sigli.
 
Ketua Tim peneliti, Khoirul Anwar, S.Ag., M.H. mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya khazanah dan norma hukum yang akan tertuang di dalam naskah akademik dalam Kompilasi Hukum Ekonomi Syar'iyah (KHES).
 
"Kedatangan tim peneliti ke satuan kerja di Wilayah Mahkamah Syar'iyah di Aceh sangat penting, karena Aceh merupakan Provinsi yang berbasis Hukum Syariah dan masyarakat Aceh juga menerapkan Hukum Syariah dalam kehidupan sehari-hari, seperti kegiatan jual beli berbasis syariah dan digunakannya Bank yang berbasis Syariah," katanya.

Baca juga : Supervisi ASDP Perwakilan Sabang Dicopot, Ini Kata GM ASDP
 
Ia menyebut, pengumpulan data ini sangat dapat mendengar dari sumber sekunder di satuan kerja wilayah Mahkamah Syar'iyah Aceh.
 
Sementara itu, Ketua Mahkamah Syar'iyah (MS) Jantho, Dr. Muhammad Redha Valevi, S.H.I., M.H. juga merupakan anggota tim peniliti menjelaskan, masyarakat Aceh telah mengenal dan mengimplementasikan ekonomi Syar'iyah dengan istilah gala dan awah.
 
"Gala adalah kegiatan Praktik Ekonomi dalam bentuk gadai. Sedangkan Mawah adalah kegiatan Praktik Ekonomi bagi hasil antara pemilik modal dan pengelola," jelasnya.
 
Selain itu, lanjut Muhammad Redha Valevi, tim peniliti praktik ekonomi gala dan mawah dapat di akomodir dalam penyempurnaan KHES kedepan.

Baca juga : Kemenkumham Terima Penghargaan dari Menpan RB
 
Secara terpisah, peneliti utama Dr. Nasich Salam Suharto, Lc., LL.M. menyampaikan, kunjungan tim peniliti sangat mengapresiasi masukan-masukan serta saran dari sumber di mahkamah syar'iyah Jantho, sehingga menambah khazanah Hukum-Hukum syar'iyah dalam menyusun Naskah akademik KHES. 
 
"Tak lupa juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas sambutan yang luar biasa oleh aparatur mahkamah syar'iyah Jantho kepada Tim Peniliti,"ucapnya.
 
Hal sama disampaikan, Dr. Khoirul Anwar, S.Ag., M.H. koordinator team menyebutkan, peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No 2 Tahun 2008 tentang Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah telah sangat lama.
 
"Sehingga memerlukan perubahan demi kesempurnaan, mengingat sistem ekonomi syariah berkembang dan berjalan sangat pesat, terutama di Provinsi Aceh yang telah ada Qanun Lembaga Keuangan Syariah Nomor 11 Tahun 2018, untuk itu KHES yang akan direvisi nanti menjadi pegangan hakim kedepan dalam mengadili perkara perkara sengketa ekonomi syariah,"tutupnya.

Baca juga : Bareskrim Mulai Selidiki Kasus Dugaan Penyebaran Hoaks Rocky Gerung
 
Sebelumnya, tim peniliti badan diklat litbang dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia terdiri dari Dr. Hj. Ernida Basry, S.H., M.H. (Hakim Tinggi pada Puslitbang Kumdil MA RI) Dr. H. Nurul Huda, S.H., M.H. (Hakim Tinggi pada Puslitbang Kumdil MA RI) Dr. H. Khoirul Anwar, S.Ag., M.H.(Hakim Yustisial pada Puskitbang Kumdil MA RI) Dr. H. Nasich Salam Suharto, Lc. LL.M. (Wakil Ketua Pengadilan Agama Ngamprah Bandung Jawa Barat)

Turut hadir juga Dr. Muhammad Redha Valevi, S.H.I., M.H. (Ketua Mahkamah Syar'iyah Jantho) Yusnardi, S.H.I., M.H. (Ketua Mahkamah Syar'iyah Sabang) Magdalena, S.Kom., M.B.A. Achmad Pratomo, S.H. dan Dwyko Romadhony, S.H.
 
 
 
Penulis: Hendria Irawan
Editor: Redaksi
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Mesjid, Punge Ujung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh.
Email : redaksiindojaya@gmail.com
Telp. 0821-6735-4345 - 0811 681 450


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com