06 Agustus 2019 | Dilihat: 217 Kali
Tuntut Janji Bupati, Emak-Emak Gruduk Kantor Bupati dan DPRK Aceh Singkil
noeh21
Koordinator aksi Saddam, saat berorasi didepan Kantor Bupati Aceh Singkil, Selasa (6/8/2019) Foto (Indojayanews.com/Erwan).
 

IJN - Aceh Singkil | Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Sengsara Hidup (MSH) bersama LSM Perlahan, sebagian besar terdiri dari kaum emak-emak, dengan menggunakan kenderaan roda empat dan dua serta membawa kerenda mayat, kembali menyambangi berdemo ke Kantor DPRK dan Bupati Aceh Singkil, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Aksi unjuk rasa yang diawali ke Kantor DPRK, melalui koordinator aksi Saddam, meminta agar pihak dewan memberikan dukungan kepada masyarakat menuntut janji sekaligus sikap tegas Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, terkait penuntasan serta penyelesaian masalah tapal batas dan pembebasan lahan jalan Go-Sebatang, dari HGU PT. Nafasindo.
 
Dalam orasinya, Saddam didampingi penanggung jawab aksi, Safar Siregar mengatakan, saat melakukan pertemuan dengan masyarakat 18 desa, 8 Januari 2019 lalu, diruang kerjanya, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, berjanji akan menyelesaikan permasalahan itu paling lambat akhir bulan April 2019 lalu.
 
Namun, hingga kini janji Bupati tersebut tinggal janji tak kunjung terealisasi. "Dari hasil rapat masyarakat dengan Bupati Aceh Singkil berjanji dan disepakati akan menyelesaikan 673,7 Ha lahan tapal batas HGU PT. Nafasindo yang baru serta pelepasan 200 meter kiri kanan ruas gor-sebatang," ucap Saddam.
 
Menanggapi tuntutan pendemo, Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, Juliadi, didampingi anggota dewan lainnya, saat menyambut masa didepan Kantor dewan mengatakan, pihaknya akan membuat surat memanggil Bupati, Dulmusrid, membahas tuntutan pengunjuk rasa.
 
Usai berorasi dikantor DPRK Aceh Singkil, para pengunjuk rasa melanjutkan aksi demonya didepan kantor Bupati setempat.
 
Setiba di Kantor Kebanggaan Massyarakat Aceh Singkil itu, para pengunjuk rasa hanya disambut oleh staf ahli Sekdakab setempat, Azman.
 
Koordinator aksi Saddam mengatakan, Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid dinilai bukan saja tidak mampu bekerja dan memimpin Kabupaten yang berjulukan Sekata Sepekat, namun juga dianggap penakut. Pasalnya, dari beberapa kali melakukan aksi, Bupati selalu tidak berada ditempat dan beralasan lagi Dinas Luar.
 
Seharusnya Bupati lebih proaktif menaggapi dan menyelesaikan masalah yang telah disepakati tak kunjung selesai. Sehingga sangat wajar Bupati dinilai acuh dan tidak mau membantu masyarakat nya. Apalagi salah visi misi pasangan Bupati/Wakil Bupati Aceh Singkil terrpilih, Dulmusrid dan Sazali mensejahterakan rakyatnya.
 
“Jadi untuk apa jadi Bupati kalau tidak mampu membantu mensejahterakan masyarakat", teriak Saddam.
 
Sementara Staf Ahli Sekdakab, Azman, perwakilan Pemkab Aceh Singkil yang menemukan pengunjuk rasa, mengatakan, meski tidak ada rekomendasi/delegasi dari pimpinan, dia memberanikan diri menemui pengunjuk rasa.
 
Hal itu dilakukan, merupakan suatu bentuk kepeduliannya mendengarkan jeritan tuntutan masyarakat.
 
Selanjutnya Azman mengatakan, akan menyampaikan tuntutan jeritan masyarakat pengunjuk rasa kepada Bupati Aceh Singkil.
 
Setelah berorasi, para pengunjuk rasa menghadiahi kerenda mayat, kedalam kantor Bupati Aceh Singkil.
 
"Kerenda mayat tersebut menggambarkan matinya pelayanan sistem Pemkab Aceh Singkil sejak dua tahun belakangan ini," pungkas Safar.
 
Pantauan Indojayanews.com dilokasi, usai meletakkan kerenda mayat di bawah tangga Kantor Bupati Aceh Singkil, masa membubarkan diri secara teratur.
 
Penulis : Erwan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com