IJN - Banda Aceh | Publik
Aceh kembali dihebohkan dengan peringkat termiskin se- Sumatera. Hal itu berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penduduk miskin di Aceh meningkat 19 ribu orang pada September 2020 lalu. Secara persentase, angka kemiskinan naik dan tertinggi di Sumatera sebesar 15,43%.
"Ironis memang, angka presentase kemiskinan di Aceh sepertinya tidak berubah-ubah, tetap pada angka 15% kalaupun turun hanya 0,5 sampai 1 persen. Begitu besar anggaran APBA satiap tahun, persoalan kemiskinan tidak pernah tuntas dan selesai,"ungkap Usman Lamreung, Rabu 17 Februari 2021 di Banda Aceh.
Usman Lamreung menyebut banyak kebijakan dan stimulus yang dilakukan hanya sebatas mendongkrak popularitas penguasa Aceh, bahkan belum menyentuh masyarakat bawah.
"Program-program Aceh Hebat masih hanya slogan, Aceh Sejahtera, Aceh
Carong, Aceh
Troe, Aceh
Kreatif, Aceh
Meugoe, Aceh Kaya, Aceh
Teuga, Aceh
Meuadab dan sebagainya, hanya dalam janji dan basa basi, bukan realisasi," sebut Usman Lamreung.
Baca Juga : Miris! Oknum PNS di Aceh Besar Tega Cabuli Anak Dibawah Umur
Menurut Usman Lamreung, pemangku kekuasaan eksekutif, legislatif dan para elit politik sibuk dengan hiruk pikuk kekuasaan, Interpelasi (konflik eksekutif & Legislatif), Kegaduhan Multiyear, Pokir, Anggaran Recofusing tidak trasparan, basa basi mencari Investor, dan merajalelanya korupsi, pada akhirnya terlupakan isu kemiskinan yang saban tahun menjadi sorotan publik Aceh dan nasional.
"Anehnya terus terulang dan penguasa Aceh, Provinsi hingga Kabupaten/Kota tak mampu menyelesaikan, yang ada hanya dalam janji, bukan bukti,"tegas Usman Lamreung.
Pemerintah Aceh mengaku sudah menyiapkan anggaran Rp 9,3 Triliun untuk program pengentasan kemiskinan. Cukup fantasis anggaran yang dialokasikan, ini bagian dari respon hasil data yang dipublis BPS di media. Pertanyaan adalah, anggaran dengan angka yang sangat besar tersebut, apakah hanya janji-janji palsu, untuk menutupi sorotan publik akibat ketidak mampuan penguasa Aceh dalam memberikan kesejahteraan pada rakyat Aceh?
"Jangan lagi memberikan harapan-harapan dengan mimpi yang indah, rakyat Aceh sekarang butuh bukti dan realisasi, butuh stimulus kebijakan ekonomi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat bawah, Triliun anggaran sudah digolontorkan pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota, namun ironisnya masyarakat tetap dalam miskin,"jelas Usman Lamreung.
Baca Juga : Provinsi Aceh Termiskin se Sumatera, Kantor Gubernur Dapat Karangan Bunga
Usman Lamreung meminta Pemerintah Aceh dibawah Gubernur Nova Iriansyah disisa pemerintahannya, sudah sepatutnya fokus menyelesaikan persoalan yang besar, agar Aceh keluar dari keterpurukan, kemiskinan dan memperiotaskan program-program peningkatan ekonomi masyarakat bawah.
"Jangan terus memberikan angin segar,
cet langet hanya untuk mendongkrak popularitas, tapi apa yang sudah dijanjikan saat pilkada dan sudah dituangkan dalam Aceh Hebat implementasikan, Aceh Hebat bukan hanya nama Kapal, tapi mampu memberikan kesejahteraan rakyat Aceh,"harapnya
"Pemerintah Aceh juga harus mampu mereformasi birokrasi dan memangkas terjadinya korupsi. Selama ini publik sorot masalah korupsi di Aceh, korupsi juga salah satu penyebab langgengnya kemiskinan. Pemerintah Aceh harus transpran dalam pengelolaan APBA, selama ini patut diduga kerap sekali terjadi Kolusi dan korupsi dalam pengelolaan APBA,"tutup Usman Lamreung
Penulis: Hendria Irawan