02 Mei 2026 | Dilihat: 94 Kali
Wujudkan Ketahanan Pangan, Lapas Lhoksukon Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Jagung
Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon secara nyata menunjukkan dukungannya terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Foto. ist
IJN - Lhoksukon | Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon secara nyata menunjukkan dukungannya terhadap Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Hal ini dibuktikan dengan langkah proaktif melakukan penanaman jagung perdana di lahan tidur (idle) milik Lapas yang berlokasi di Desa Reudeup, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Sabtu, 2 Mei 2026
Langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi aset negara sekaligus kontribusi nyata pemasyarakatan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin mengatakan, selama ini lahan yang berada di Desa Reudeup tersebut merupakan lahan tidur yang kurang produktif. Namun, sejalan dengan arahan terbaru dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, pihak Lapas Lhoksukon bergerak cepat melakukan pembersihan lahan (land clearing) dan pengolahan tanah hingga siap tanam.
"Kami tidak ingin ada lahan yang menganggur. Penanaman jagung ini adalah implementasi langsung dari perintah Bapak Menteri untuk memanfaatkan lahan tidur demi mendukung swasembada pangan," ujar Kepala Lapas Lhoksukon, Muhidfuddin.
Selain fokus pada aspek produksi pangan, lanjut Muhidfuddin, kegiatan ini juga berfungsi sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Para warga binaan dilibatkan langsung dalam proses bercocok tanam.
"Penanaman jagung ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi pemanfaatan aset-aset lainnya di masa depan. Dengan mengubah lahan semak belukar menjadi kebun jagung yang produktif, Lapas Lhoksukon membuktikan bahwa fungsi pemasyarakatan kini semakin luas, tidak hanya membina narapidana di dalam sel, tetapi juga berkontribusi pada aspek ekonomi dan sosial masyarakat luas,"ucappnya
Melalui program ini, diharapkan hasil panen nantinya dapat bermanfaat secara ekonomi serta memperkuat ketersediaan stok pangan di wilayah Lhoksukon dan sekitarnya.
Penulis : Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin