12 April 2021 | Dilihat: 239 Kali
Terkait Keracunan Masal, Medco Tidak Mengakui-Nya
Yunan Nasution: Kami Akan Laporkan Medco ke Mabes Polri, DPR-RI dan Menteri ESDM
noeh21
Aktivis Aceh Timur, Yunan Nasution, SH
 

IJN - Aceh Timur | Puluhan warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur diduga keracunan gas yang berasal dari Perusahaan PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) itu sedang melakukan pembersihan salah satu sumur gas milik PT Medco yang berada di Desa Alue Siwah, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Baca Juga: Diduga Keracunan Gas PT Medco, Puluhan Warga Dilarikan ke Puskesmas

Sebelumnya, Perusahaan minyak raksasa itu sedang melakukan kegiatan flaring (pembakaran gas) sumur AS-11 yang sedang proses perawatan. Proses pembakaran yang mengeluarkan asap yang mengandung H2S (Asam sulfat) diduga penyebab keracunan warga sehingga menyebabkan sesak nafas dan muntah darah.

LMND: Medco Jangan Nikmati Hasil aja Tapi Bertanggung Atas Peristiwa Keracunan Masal

Ironisnya, Field Relation Manager PT. Medco E&P Malaka, Rivian Pragita Oktara mengatakan, pihaknya belum mengetahui apakah penyebab keracunan warga disebabkan oleh pihaknya (Medco).

Banta: PT Medco Terancam Dipidanakan Jika Terbukti Lalai


Terkait Dugaan Keracunan Gas PT Medco, PC HIMMAH Aceh Timur: Lebih Baik Medco Segera Tangani Warga yang Keracunan


"Kami tidak tau apakah warga keracunan ini karena gas kami atau bukan, nantinya akan kami kirimkan rilis resmi kepada teman-teman perss," ucap Pragita sambil menghindari awak media dengan berdalih terburu-buru.

Sementara itu, Aktivis Aceh Timur Yunan Nasution kepada Indojayanews.com, Senin, 12 April 2021 mengatakan, sangat aneh jika sejauh ini mereka masih mengelak atas apa yang menimpa masyarakat.

Pasien Korban Keracunan Gas PT Medco Gunakan BPJS, Banta: Biar Saya yang Tanggung Biayanya


Terkait Puluhan Warga Keracunan Gas, Akhirnya PT Medco Angkat Bicara

"Pada surat pernyataan mereka jelas tertulis bahwa mereka siap mengantikan kerugian warga yang mengungsi serta menanggung semua biaya pemulihan kesehatan warga setempat," ujar Yunan Nasution.

Medco Salur Kebutuhan Pokok Untuk Warga di Banda Alam


Korban Keracunan Gas PT Medco Bertambah 4 Orang

Menurut Yunan, apa yang dilakukan pihak Medco hari ini tidak akan mengugurkan proses hukumnya, karena ini hanya bentuk tanggung jawab dengan empati mereka.

Darwin Eng Minta SKK Migas dan Pemerintah Cabut Izin Operasi Medco

"Namun negara kita adalah negara hukum, dan saya yakin bahwa PT Medco tidak kebal hukum. Menurut Undang-Undang No­mor 32/2009 tentang Per­lin­dung­an dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Pasal 98 dinyatakan setiap orang yang melakukan perbuatan dengan sengaja yang mengaki­batkan dilampauinya ambang baku mutu udara, air laut, air su­ngai, air danau, dan ke­rusak­an lingkungan hidup dapat didenda minimal Rp 3 Miliar dan maksimal Rp 10 Miliar, dan penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun," papar Yunan.

"Maka dari itu Kami akan laporkan masalah ini ke Mabes Polri, DPR-RI dan kementrian ESDM," demikian pungkas Aktivis Aceh Timur, Yunan Nasution.


Penulis : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com