08 Mar 2022 | Dilihat: 671 Kali

Gubernur Nova Harap Kelangkaan Migor Segera Teratasi Sebelum Ramadhan

noeh21
Keterangan : Gubernur Aceh Nova Iriansyah (Foto: Kanalaceh.com)
      
IJN - Banda Aceh | Persoalan distribusi minyak goreng (Migor) di Provinsi Aceh berbuntut pada kelangkaan stok di pasar-pasar. 
 
Bahkan, kelangkaan Migor tersebut harus segera teratasi sebelum memasuki bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Dengan harapan, saat menjalani ibadah di Bulan Suci Ramadhan, masyarakat tak lagi dicekoki terhadap persoalan distribusi bahan pokok, khususnya Migor. 
 
Hal itu seperti disampaikan Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam bagian sambutannya sebelum membuka High Level Meeting Tim Pengelola Inflasi Daerah (TPID) se-Aceh tahun 2022, di restauran Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa 8 Maret 2022.
 
Nova Iriansyah mengatakan, kelangkaan Migor sempat terjadi pada bulan Februari lalu, bahkan hingga kini masih ada laporan masyarakat terhadap persoalan distribusi migor tersebut.
 
Sebelumnya, menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah Pusat telah melakukan upaya stabilisasi harga minyak goreng dengan menerbitkan Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi Rp 14.000 per liter untuk kemasan premium, Rp. 13.500 per liter untuk kemasan sederhana, dan Rp. 11.500 per liter untuk kemasan curah. 
 
“Namun, hingga saat ini ada informasi bahwa masyarakat masih membeli minyak goreng dengan harga tinggi, serta masih terjadinya kelangkaan stok. Pada kondisi ini, peran TPID menjadi penting untuk mencari akar permasalahan minyak goreng. Stok minyak goreng yang saat ini belum normal, hendaknya dapat kembali normal, sebelum memasuki bulan Ramadhan. Pasar tradisional diharapkan bisa menjual minyak goreng kemasan premium dengan harga Rp. 14.000 seperti yang telah dilakukan pasar modern,”kata Nova Iriansyah.
 
Gubernur Nova mengingatkan, setiap menjelang bulan Ramadhan, sejumlah bahan kebutuhan pokok berisiko mengalami kenaikan harga, yang biasanya terjadi pada komoditas pangan utama seperti bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan sapi. 
 
“Harga bawang merah akan mengalami kenaikan karena produksinya terbatas, sedangkan daging mengalami kenaikan karena permintaannya yang tinggi. Kenaikan harga tersebut rata-rata mulai terjadi pada H-4 di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Berdasarkan data historis, Inflasi selalu meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Rata-rata inflasi bulan Ramadhan dan Idul Fitri berada di angka 2,63 persen (year on year) dan 0,47 persen (month to month),” imbuh Gubernur, seraya berharap stakeholders terkait melakukan upaya mitigasi untuk potensi laju inflasi itu.
 
Lanjut tambah Gubernur, di tahun 2021, inflasi tercatat sebesar 2,24 persen (year on year), di saat pertumbuhan ekonomi mulai membaik setelah naiknya tingkat cakupan vaksinasi covid-19. 
 
Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam rangka pemulihan ekonomi Aceh, melalui empat program prioritas yaitu pemulihan agroindustri dan pemberdayaan UMKM, peningkatan SDM yang berdaya saing, penguatan ketahanan dan kemandirian pangan, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
 
 “Berbagai program tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat Aceh. Namun, upaya tersebut perlu diimbangi dengan pengendalian inflasi dalam rangka tetap menjaga daya beli masyarakat dan mencegah masyarakat masuk ke garis kemiskinan,”tutup Gubernur.
(Red)