09 Juni 2018 | Dilihat: 354 Kali
Nelayan Aceh Selatan: Pembangunan Cold Storage Sangat Membantu Ekonomi Nelayan
noeh21
Nelayan Aceh Selatan.
 

IJN | Tapaktuan - Ekonomi nelayan di Aceh Selatan kian meningkat, pasalnya dengan adanya pembangunan dua gudang pendingin ikan (cold storage) mampu menstabilkan harga dan bernilai jual tinggi serta menjaga kualitas ikan tidak mudah busuk.

Cold storage itu senjatanya nelayan dan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemakmuran bagi nelayan kecil, sebagaimana disampaikan Riko Ardiansyah, nelayan Labuhan Haji Tengah kepada awak media di sentra perikanan Labuhanhaji, Kamis 7 Juni 2018.

"Pembangunan cold storage oleh pemerintah sangat terbantu ekonomi kami sebagai nelayan, kami beruntung bisa menyimpan ikan dengan jumlah banyak," katanya.

Riko mengaku, sejak dibangun cold storage dengan kapasitas 50 ton pada tahun 2015 lalu, ekonomi nelayan meningkat dan sangat terbantu. Dulu, ikan yang dijual ke luar daerah, seperti Banda Aceh maupun Medan, diawetkan memakai es balok se­hingga kualitas ikan yang diangkut ke pasar luar daerah relatif rendah.

"Jika tangkapan ikan berlimpah, penjualan di TPI pasti tersisa dan kita simpan dulu di cold storage biar tetap awet. Jadi saat kita jual lagi kondisi ikan masih segar, harganya pun masih stabil, paling tidak kita tidak mengalami kerugian," jelasnya.

Dikatakan Riko, biasanya kualitas ikan bisa turun karena berhim­pitan dengan es balok, ikan-ikan bisa memar atau lebam, lagi pula dengan memakai es balok, sistem pengawetan tidak efektif. Ujung-ujungnya, kualitas ikan me­nurun dan tentunya harga jatuh.

Menurutnya, saat ini nelayan tidak perlu merasa khawatir lagi akan terjadi pembusukan ikan, karena terdapat cold storage yang kualitas dan kesegaran terjamin.

Perlu diketahui, cold storage merupaka sebuah ruangan yang dirancang khusus dengan kondisi suhu tertentu dan akan digunakan untuk menyimpan berbagai macam produk dengan tujuan untuk mempertahankan kesegarannya.

Riko yang juga pawang boat nelayan mengungkapkan, sebelum adanya ruangan pendingin tersebut, nelayan kebingungan setiap saat tangkapan ikan yang terkadang mencapai puluhan ton akan disimpan dimana agar tetap terjaga kualitasnya.

"Ya akhirnya dengan terpaksa harus dilepas dengan harga murah karena ikan tidak segar lagi," ucapnya.

Namun saat ini, semua ketakutan nelayan sudah teratasi dengan adanya solusi cool storage yang diberikan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan. Ketersediaan cold storage atau ruangan pendingin ini memberikan keuntungan besar bagi ekonomi nelayan sendiri maupun masyarakat.

"Karena dapat menekan angka kerugian nelayan dari hasil tangkapan ikan dan bisa menstabilkan harga penjualan dipasaran, sehingga kita nelayan tidak takut lagi jika ikan berlimpah dan masyarakat juga beli ikan yang harganya terjangkau atau stabil," terang Riko.

Lebih lanjutnya, Riko mengungkapkan sejak tiga tahun terakhir pemerintah terus mengucurkan bantuan dan memudahkan segala urusan pengajuan proposal untuk keperluan nelayan. "Selama pemerintahan ini bantuan tersalurkan, baik dari segi menjaga kualitas ikan maupun bantuan seperti alat tangkap, unjam ikan. Kita naikkan proposal, cepat diberikan karena urusan gampang," bebernya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Asel melalui Kabid Pengolahan Ikan, Lukman, SH memaparkan, sejumlah program pembangunan yang telah berhasil dilaksanakan. Dibidang perikanan, pihaknya telah melakukan pembangunan cold storage atau tempat/ruang penyimpanan hasil tangkapan ikan sebanyak dua unit.

"Sekarang nelayan sudah dibantu  dengan cold storage. Tahun 2016 dibangun di PPI Labuhanhaji dengan kapasitas 50 ton dan 2017 kembali dibangun di PPI Labuhan Tarok Kecamatan Meukek dengan kapasitas 100 ton," tuturnya.

Pembangunan dua tempat penyimpanan ikan itu atau disebut dalam bahasa inggris 'cold storage' bersumber anggaran dari APBN. Dengan tujuan untuk menjaga kualitas ikan dan stabilitas harga ikan dipasaran.

Pemkab Aceh Selatan juga telah membangun Sentra Pengolahan Ikan Asin di Kecamatan Bakongan Timur. "Pembangunan sarana itu dilakukan dengan tujuan untuk membantu masyarakat melakukan pengolahan ikan hasil tangkapan, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan ekonomi," imbuhnya.

Dengan pembangunan itu, sambungnya, sekarang Aceh Selatan dengan hasil produksi ikan beku di Labuhan Haji telah memasarkan sampai ke pulau Jawa. "Sedangkan ikan hasil produksi pengolahan ikan asin di Bakotim sudah dipasarkan baik dalam Kabupaten Aceh Selatan, juga kita kirim ke Medan sampai Pekanbaru Riau," demikian pungkas Kabid Pengolahan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Selatan.
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com