23 Januari 2020 | Dilihat: 475 Kali
Panen Bawang Merah Pertama di Bawah Pusat Belajar Terpadu Lamteuba
noeh21
 

IJN - Aceh Besar | Pusat Belajar Pertanian Terpadu Lamteuba, Aceh Besar, berhasil melakukan panen pertama bawang merah, pada Kamis 23 Januari 2020. Pusat Belajar Terpadu Lamteuba ini menghasilkan komoditi pertamanya setelah empat bulan berjalan.

Penggagas sekaligus pemilik Pusat Belajar Pertanian Terpadu Lamteuba, Muslahuddin Daud mengaku sangat senang dengan keberhasilan ini, sebab komoditi bawang merah yang ditanam tersebut berhasil panen dengan baik walaupun minim faktor pendukung.

"Misalnya air yang masih mengandalkan tadah hujan, pola tanam awal yang masih alami tanpa menggunakan mulsa, pengendalian hama dan penyakit tanaman harus dihemat serta faktor pendudung lainnya," kata Muslahuddin.

Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDI-P) Aceh itu menjelaskan, metode penanaman yang menggabungkan pola tradisional dengan perawatan mengawinkan agroclimate dan kebutuhan tanaman sesuai tahapan.

"Ini salah satu role model yang dapat diaplikasikan. Keberhasilan ini sangat bermakna karena harga bawang merah juga dalam kondisi yang mahal diatas 30 ribu rupiah," katanya.

Menurut Muslahuddin, Pusat Belajar Terpadu ini direncanakan dibangun secara lengkap mulai dari kelengkapan sarana prasarana pelatihan hingga demoplot seluruh komoditi yang layak sebagai sekolah lapangan.

"Pertanian terpadu ini adalah kombinasi tanaman kehutanan, perkebunan, hortikultur, farmakultur, perikanan, hingga peternakan. Peserta didik nantinya akan memiliki keahlian untuk memproduksi dengan hasil maksimal dari setiap komoditi," jelasnya.

Lebih lanjut ungkap Muslahuddin Daud, pilihan komoditi akan disesuaikan dengan lokasi yang akan direplikasi dan target penghasilan yang diharapkan; skala kecil, sedang atau besar.

"Diharpakan replikasi ini akan terjadi pada petani perorangan, kelompok, koperasi, BUMG atau bahkan korporasi. Selain budidaya disini juga akan dilatih soal penyediaan agro input, value link dan nilai tambah, market linkage dan penguatan kelembagaan," demikian tukasnya.

Editor: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com