21 Mei 2019 | Dilihat: 374 Kali
Ulat Grayak Serang Jagung Hibrida P32 di Agara
noeh21
Ulat Grayak sering serang tanaman warga
 

IJN - Aceh Tenggara | Serangan ulat grayak tipe tentara yang kesohor dapat melumat dengan cepat tanaman petani itu kini sudah mulai menyerang areal lahan petani di Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh.

“Ulat ini cepat sekali menyerang tanaman kami,” jelas Daulat Tampubolon (66) petani asal Desa Lawe Beringin Sabas Kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Selasa, 21 Mei 2019.

“Dari lahan 0,5 hektar yang kami miliki, biasanya benih jagung P32 dari DuPont ini mampu hasilkan panen 4 ton pipilan kering. Tapi sekarang ini hanya mendapatkan 2,4 ton pipilan kering saja,” keluhnya.

Petani jagung di Desa Lawe ini rerata menggunakan benih jagung hibrida Pioneer P32 dan nyaris gagal panen semua, sambung Daulat.

Kondisi yang kini tengah dialami petani jagung di Agara, ternyata juga sama terjadi di Dairi Medan. Dilansir dari laman suaratani.com, sejumlah petani jagung di Kabupaten Dairi mensinyalir serangan hama ulat grayak jenis baru ini bersumber dari benih yang mereka gunakan.

“Sebab dari pengamatan kami, hanya tanaman jagung yang menggunakan varietas P32 yang terserang ulat grayak di Dairi ini, sementara tanaman jagung varietas lain tidak terserang,” kata Dedi Kristian Sinaga petani jagung di Laenaboru 2, Desa Adian Nangka, Kecamatan Siempat Nempu Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.

Menurut Dedi, para petani di daerahnya kecewa dengan bibit yang mereka gunakan sekarang yaitu bibit P32. Dimana, awal tanam bibitnya masih bagus dan pertumbuhannya luar biasa sesuai dengan harganya yang cukup mahal.

Dedi mengaku, awal pemakaian benih P32 harga jagung yang dibelinya di toko tani di Kota Sidikalang harganya mencapai Rp 700.000 per sak ukuran 5 kilogram (kg). Hingga dipembelian keempat (empat kali penanaman) harga tiba-tiba turun menjadi Rp 500.000 per sak. Untuk kemudian, pembelian kelima harga turun lagi menjadi Rp 420.000 per sak.

“Saya tidak tahu apa alasan harga benih jagung ini turun. Tapi anehnya, ukuran biji benih jagung juga berubah dari ukuran jumbo menjadi ukuran kecil,” terang Dedi.

Dikatakannya, pertanaman jagung yang dilakukannya sejak menggunakan benih P32 sampai ke empat kali tanam, pertumbuhan tanaman bagus dan tidak ada serangan hama ulat.

Barulah, dipertanaman kelima yang dilakukan pada April lalu, kata dia, serangan hama ulat grayak muncul dan sulit dikendalikan. Dimana saat ini umur tanaman jagung Dedi berumur satu bulan.

“Tanam tumbuh tapi langsung diserang ulat sampai daun mudanya terpotong dan lama kelamaan daun ada bercak-bercak putih. Bukan satu atau dua petani yang kena tapi seluruh petani jagung yang menggunakan P32 kena dampaknya. Sedangkan yang beda merek tidak ada serangan,” sebut Dedi.

Dalam penjelasannya, Dedi mengaku, merasa dirugikan dengan adanya dugaan penggunaan virus yang dilakukan perusahaan yang memproduksi bibit P32.

“Kami menduga seolah-olah ada kerjasama perusahaan lain yang memproduksi obat-obatan pertaniaan agar perusahaannya juga dapat menjual produk-produknya,” kata dia.

Untuk menekan serangan semakin parah, Dedi mengaku sudah dua kali melakukan penyemprotan dengan interval waktu semprot sekali seminggu. Namun, sampai sekarang kata dia, belum ada tanda-tanda perubahan. Daun tanaman masih terlihat bolong-bolong.

Sementara itu, Linda Boru Tompul, petani jagung lainnya di Desa Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, juga mengatakan, hama ulat grayak menyerang tanaman jagungnya yang masih muda. Dia sendiri menggunakan Bisi 18.

Linda mengaku tidak mengetahui sumber ulat grayak tersebut. Akan tetapi, ulat grayak telah membuat puso tanaman jagung tetangganya.

“Tanaman jagung sebelah ladang saya hancur total dan terpaksa dibabat karena ulat grayak. Tanaman saya, sebagian sudah berumur dua bulan dan sebagian lagi masih berumur di bawah dua bulan. Nah, yang tanaman muda inilah yang banyak diserang, kalau yang sudah dua bulan serangan sedikit saja,” tutupnya.

Penulis : M. Dhalan

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com