06 Mei 2020 | Dilihat: 1745 Kali
Terkait Dugaan Pemerasan dan Pengancaman
Aktivis Dukung Penuh Polda Aceh Usut Tuntas Laporan terhadap Aryos Nivada
noeh21
Aktivis Aceh Darnisaf Husnur dukung kepolisian usut tuntas kasus melibatkan nama Aryos Nivada. Foto: Ist (Kolase)
 

IJN - Banda Aceh | Aktivis Aceh Darnisaf Husnur, mengaku sangat mendukung penuh upaya Polda Aceh mengusut laporan salah satu pengusaha di Aceh, yang melaporkan kasus dugaan pemerasan dan pengancaman melibatkan Pengamat Politik dan Keamanan Aceh, Aryos Nivada.

Menurut Danisaf Husnur, semua pihak perlu memberikan dukungan penuh dan dorongan kepada aparat penegak hukum, agar membongkar semua kasus terkait proyek di Aceh.

"Kita selaku masyarakat Aceh, mendorong agar aparat penegak hukum mengusut hingga tuntas kasus yang melibatkan Aryos Nivada, termasuk semua jaringan yang ada di belakangnya," kata Darnisaf Husnur keapda media, Selasa malam 5 Mei 2020.

Pria yang kerab disapa Bang Saf ini menjelaskan, selama ini masyarakat sering mendengar desas-desus mengenai komitmen fee proyek, hanya saja belum ada bukti terkait desas-desus yang berdedar di masyarakat tersebut.

"Nah, hari ini sudah ada salah satu bukti bahwa mengenai komitmen fee proyek itu memang ada. Ini sangat meresahkan. Makanya kita dorong kepolisian, dan kita dukung penuh agar kasus ini diusut hingga ke akar-akarnya," tegas Bang Saf.

Mantan Aktivis Referendum Aceh tahun 1999 itu juga mengaku sangat yakin bahwa para penyidik Polda Aceh di bawah kepemimpinan Kapolda Wahyu Widada, tidak akan tergiur dengan berbagai tawaran pihak yang ingin melemahkan penegakan hukum.

"Kita membaca, dan melihat tentang riwayat karir Pak Kapolda Aceh yang baru ini, ternyata memang spesialis membongkar kasus-kasus korupsi. Jadi, kita sangat percaya penyidik Polda Aceh akan menuntaskan kasus ini hingga selesai," harapnya.

Sebelumnya, Pengamat Politik dan Keamanan Aceh yang juga akademisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Aryos Nivada, dilaporkan ke Polda Aceh terkait kasus dugaan pemerasan dan pengancaman terhadap salah satu pengusaha.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Media ini, Terlapor Aryos Nivada yang juga salah satu Penasihat Khusus (Pensus) Gubernur Aceh itu meminta Rp 50 juta kepada Pelapor Irsanniadi.

Karena tidak terima, akhirnya Pelapor, Irsanniadi melaporkan hal itu ke Polda Aceh. Meskipun kejadian tersebut terjadi pada Oktober 2019 lalu, Irsanniadi baru melaporkan dugaan Pemerasan dan Pengancaman itu pada 2020.

Alasan Irsanniadi baru melaporkan peristiwa itu, karena sebelumnya ia mengaku khawatir kepada Aryos yang berstatus Pensus Gubernur. Sementara Aryos Nivada, hingga saat ini belum memberikan klarifikasi apapun mengenai laporan tersebut.

Dihubungi via seluler beberapa waktu lalu, Aryos tidak merespon, begitu pun klarifikasi yang diminta media INDOJAYANEWS.COM via aplikasi WhatsApp juga belum mendapat respon. (Red)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com