20 Juni 2018 | Dilihat: 1106 Kali
Politik dan Hukum Berbeda
Aryos Desak Gubernur Memproses Kasus Beasiswa Secara Tuntas di Pengadilan
noeh21
 

IJN | Banda Aceh - Komentar akademisi Fisip Unsyiah, Effendi Hasan yang menilai bahwa beredarnya dokumen penyaluran beasiswa yang diduga dipotong anggota DPRA beberapa waktu lalu sarat dengan muatan politis dibantah sejumlah pihak.

Salah satunya dari Pengamat Politik dan Keamanan Aryos Nivada. Menurutnya logika hukum tak bisa dibentur begitu saja dengan logika politik. 

"Logika hukum bekerja berbasis data dan fakta yang dapat diverifikasi untuk pembuktiannya. Sedangkan logika politik bekerja berdasarkan asumsi-asumsi yang perlu membutuhkan bukti-bukti materil secara ilmiah," kata Aryos kepada IJN, Rabu 20 Juni 2018.

Kasus beasiswa yang diduga dilakukan oleh kaki-tangan oknum tertentu di DPR Aceh berbasis data dan fakta audit Inspektorat Aceh, yang pembuktiannya nanti dalam proses peradilan. Karena itu, Aryos mendesak Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk memproses kasus ini secara tuntas di pengadilan. 

“Membenturkan kasus pungli beasiswa dengan logika politik justru dapat menghambat proses penegakan hukum dan upaya pemberantasan korupsi di Aceh,” pungkas peneliti Jaringan Survei Inisiatif. 

Dosen FISIP Unsyiah berharap kepada semua pihak agar kasus dugaan bancakan beasiswa dari sumber aspirasi anggota DPR Aceh itu tidak dibenturkan dengan isu-isu politik. Hukum dan politik merupakan dua rejim yang sangat berbeda. (***)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com