18 November 2020 | Dilihat: 333 Kali
Bekas HGU PT. Cemerlang Abadi Belum Dibagikan, Warga Gugat Bupati Abdya
noeh21
ket Foto : Warga asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi
 

IJN - Abdya | Warga asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi akrab disapa Shemi resmi mengajukan gugatan kepada Bupati Akmal Ibrahim. 

Gugatan itu diajukan karena dinilai Bupati Abdya tak kunjung membagikan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT. Cemerlang Abadi yang telah di lepaskan dari HGU seluas 2668,82 Ha dan telah menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Suhaimi menyebut, gugatan itu dilakukan untuk mempertegas komitmen Bupati Abdya untuk membagikan lahan bekas HGU PT. Cemerlang Abadi yang sudah sangat sering disampaikan Bupati ke Publik, namun sampai sekarang tak kunjung di bagikan.

"Saya sebagai warga Abdya ingin melihat langsung komitmen Bupati, apakah akan membagikan lahan TORA yang sudah tersedia, atau hanya menjadikannya sebagai isu belaka,"kata Shemi yang juga Sekjen Jaringan Advokasi Rakyat Indonesia. Rabu 18 November 2020.

BACA JUGA : Eks Kombatan GAM Hadirkan 9 Saksi Pada Sidang Prapid Polda Aceh

Menurut Suhaimi, pembagian lahan bekas Hak Guna Usaha milik PT. Cemerlang Abadi yang sudah menjadi TORA saat ini sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria, pada pasal  7 ayat (1) huruf a di sebutkan “Objek redistribusi tanah sebagaimana di maksud dalam pasal 6 huruf a meliputi tanah HGU dan HGB yang telah habis masa berlakunya serta tidak di mohonkan perpanjangan dan/atau tidak dimohon pembaruan haknya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah haknya berakhir”. 

"Harusnya Bupati sudah membagikan lahan tersebut setelah PT. Cemerlang Abadi melepaskan lahan seluas 2668,82 ha saat melakukan perpanjangan HGU nya pada agustus 2016 lalu, dimana lahan tersebut dapat di gunakan oleh masyarakat untuk usaha sebagai lahan pertanian maupun pembangunan fasilitas umum dan sosial,"jelas Shemi.

BACA JUGA : Bansos 1,5 Triliun Tak Kunjung Cair, MPO Surati Presiden Beri Sangsi Tegas Gubernur Aceh

“Kalau Bupati serius untuk membagikan lahan TORA tersebut, maka tidak sulit dilaksanakan, tinggal mengacu pada Perpres 86/2018 maka lahan tersebut akan dapat diusahakan oleh masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan, akibat lamanya pembagian lahan ini secara tidak langsung saya anggap Bupati melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan masyarakat Abdya, dan secara hukum argumentasinya sudah saya tuangkan dalam gugatan yang saya daftarkan hari ini,”tegas Shemi yang juga pengurus Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Dalam gugatannya, Suhaimi meminta Ketua Pengadilan Negeri Blang Pidie untuk memerintahkan Bupati agar segera melakukan pembagian lahan TORA bekas HGU PT Cemerlang Abadi kepada masyarakat, dan juga pembangunan fasilitas umum dan sosial lainnya yang di butuhkan oleh masyarakat khususnya di Kecamatan Babahrot. 

Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Negeri Blang Pidie dengan register perkara Nomor 5/Pdt.G/2020/PN Bpd tanggal 18/11/2020. (Red)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com