09 Juni 2022 | Dilihat: 147 Kali
Dua Tersangka Korupsi Taman Wisata Edukasi Aneuk Laot Sabang Segera Disidang
noeh21
Keterangan : Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kota Sabang menahan dua orang tersangka tindak pidana korupsi pembangunan taman wisata dan edukasi Gampong Aneuk Laot Sabang. Foto. IIN/IJN
 

IJN - Sabang | Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kota Sabang menahan dua orang tersangka berinisial FW dan IS, atas tindak pidana korupsi pembangunan taman wisata dan edukasi Gampong Aneuk Laot Sabang.
 
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sabang Choirun Parapat, SH, MH dalam keterangan persnya kepada Indojayanews.com mengatakan, tim Jaksa Penyidik telah melakukan serah terima tanggungjawab tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) dalam perkara korupsi pembangunan Taman Wisata Edukasi Gampong Aneuk Laot.
 
"Setelah bekerja panjang, pada hari ini Tim Jaksa Penyidik telah melakukan serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti tahap II terhadap tersangka dugaan korupsi pembangunan Taman Wisata Edukasi Gampong Aneuk Laot dan kini kedua tersangka langsung kita tahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Sabang,"kata Kajari Choirun Parapat, SH, MH didampingi Kasi Intel Jen Tanamal, SH, Kasi Pidsus Fri Wisdom S Sumbayak, SH dan Kasi Datun Yovi Iskandar, SH, Kamis 9 Juni 2022. 
 
Kajari Choirun Parapat menjelaskan, kedua tersangka yang di tahan telah dititipkan di Rutan Kelas IIB Sabang, masing-masing FA dan Is Bin Syarbini. 
 
"Keduanya disangkakan secara bersama-sama terlibat dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Taman Wisata dan Edukasi Gampong Aneuk Laot Kota Sabang Tahun Anggaran 2020 dengan nilai anggaran sebesar Rp 385.810.584 yang bersumber dari Dana Desa Aneuk Laot Tahun Anggaran 2020,"jelas Kajari Choirun Parapat.
 
Kajari menyebut, sesuai dengan Laporan Hasil Audit Penghitungan (LHP) kerugian Keuangan Negara, atas dugaan terhadap tindak pidana korupsi pada Pembangunan Taman Wisata dan Edukasi Gampong Aneuk Laot Kota Sabang Tahun Anggaran 2020 Nomor : 700/252/2022 tanggal 18 Maret 2022 yaitu sebesar RP. 204.038.852.
 
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sabang sebelumnya telah menyatakan berkas perkara dimaksud telah lengkap (P-21) secara formil dan materil berdasarkan surat : 1.    Nomor : 13-556/L.1.16/Fd.l/05/2022. 2. Nomor : B-556.a/L.1.16/Fd.1/05/2022, dan oleh karena itu dapat segera dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II).
 
"Dengan telah dilakukannya penyerahan tersangka dan barang bukti, maka proses perkara dimaksud telah beralih dari Penyidikan menjadi Penuntutan, artinya dalam beberapa hari kedepan Tim JPU Kejari Sabang segera menyusun dokumen dakwaan terhadap masing-masing tersangka dan kemudian segera melimpahkannya ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,"sebutnya.
 
Proses penyerahan tersangka dan barang bukti, kata Kajari Choirun Parapat, berdasarkan perimbangan hal-hal sebagaimana dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.
 
"Hingga saat ini kedua tersangka belum mengembalikan kerugian keuangan negara tersebut, maka Tim JPU Kejari Sabang melakukan penahanan di Rutan Kelas IIB Sabang terhadap masing-masing terdakwa selama 20 hari kedepan, dan dalam masa 20 hari itu berkas perkara serta barang bukti segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh,"katanya lagi.
 
Terhadap masing-masing terdakwa dikenakan pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (l) ke-l KUHPidana dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup.
 
Terakhir Choirun tekankan dan juga berpesan, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sabang akan selalu serius dan profesional menuntaskan perkara ini hingga ke Pengadilan nantinya.
 
"berharap agar kasus ini menjadi pelajaran bagi penyelenggara gampong di Kota Sabang agar berhati - hati dan profesional dalam mengelola anggaran gampong," Tutup Choirun. 
 
 
Penulis : IIN
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com