03 Februari 2019 | Dilihat: 333 Kali
Gawat! Pegawai KPK Dihajar Hingga Babak Belur Saat Bertugas
noeh21
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Tribunnews.com / Ilustrasi
 

IJN - Jakarta | Dua orang pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami kejadian tidak menyenangkan saat sedang menjalankan tugas sebagai di Hotel Borobudur. Kedua pegawai komisi anti rasuah itu dihajar hingga babak belur meskipun telah mengaku sebagai pegawai KPK.

Menurut informasi yang dihimpun media Indojayanews.com (IJN) dari sejumlah media, kedua pegawai KPK itu dianiaya hingga babak belur oleh sejumlah orang. hal itu disampaikan Juru bicara KPK Febri Diansyah, Ahad 3 Fabruari 2019.

Dikutip CNN Indonesia, kejadian nahas itu bermula ketika dua pegawai KPK menyambangi Hotel Borobudur, Sabtu malam, 2 Februari 2019 (kemarin), untuk mengkonfirmasi terkait adanya kabar dugaan korupsi.

Niat ingin memperoleh informasi, para pegawai KPK itu malah mendapat serangan saat mengajukan beberapa pertanyaan. Bahkan, barang barang korban juga dirampas oleh para pelaku.

"Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK," ujar Febri dalam pernyataan tertulis, Ahad 3 Februari 2019 seperti dikutip CNN Indonesia.

Kedua pegawai KPK yang menjadi korban pemukulan itu telah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan visum. Korban dipastikan harus menjalani operasi. "Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi. Karena ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah," kata Febri.

Masih dikutip CNN Indonesia, KPK menganggap serangan terhadap dua pegawainya bukan sekadar kasus penganiayaan, tapi merupakan serangan yang dilancarkan pihak tertentu berkaitan dengan penegakan hukum. KPK telah melaporkan perkara tersebut ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya. Polisi diharapkan berhasil mengusut tuntas dan memproses pelaku penyerangan.

Febri menegaskan, tidak dibenarkan bagi siapapun melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi kedua pegawai KPK sedang menjalankan tugas penegakan hukum. Saat ini KPK terus melakukan koordinasi dengan kepolisia. "Agar hal yang sama tidak terjadi pada penegak hukum lain yang bertugas, baik KPK, Kejaksaan ataupun Polri," demikian harap Febri sebagaimana tulis CNN Indonesia.

Penulis : Hidayat S
Sumber  : CNN Indonesia
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com