12 Agustus 2019 | Dilihat: 870 Kali
Kejati Aceh Diminta Tetapkan Keluarga Darmili Jadi Tersangka
noeh21
Istri Darmili, Afridawati saat menjalani pemeriksaan di Kejati Aceh.
 

IJN - Simeulue I Hiruk pikuk kasus dugaan korupsi PDKS pada tahun 2002 hingga 2012 telah yang telah lama bergulir, hingga pada 29 Juli lalu, Kejati Aceh telah melakukan penahanan terhadap Darmili, tersangka dugaan korupsi PDKS Simeulue.

Sebelumya pada 05 Agustus lalu, beberapa orang mahasiswa asal Simeulue, di Banda Aceh melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, mereka menuntut keluarga Darmili juga segera ditetapkan jadi tersangka. Sebab keluarga Darmili diduga juga turut menikmati hasil dari PDKS.

Mahasiswa Simeulue tersebut meminta Kejaksaan Tinggi Aceh untuk memproses dugaan adanya aliran dana yang digunakan untuk pembelian tanah atas nama Afridawati yang menggunakan uang dari PDKS. Selain itu, mereka menyakini, dalam kasus itu tidak hanya melibatkan mantan bupati Simeulue, Drs Darmili yang kini sudah ditahan di Rutan Banda Aceh, tapi ada aktor-aktor lain.  

Mereka yang disebut yaitu Andi (dirut PT PD yang juga anak Darmili), Hj Afridawati (istri Darmili yang juga Wakil Bupati Simeulue), Yayan Darmili (anak Darmili), Yazid (Dirut PDKS pertama). 

Desakan juga muncul dari salah seorang advokat Simeulue, Sandri Amin,SH, dirinya mengatakan dugaan korupsi PDKS Simeulue diduga adanya aliran dana mengalir kerekening anak kandung Darmili selaku Direktur PT PD. Selain hal tersebut  diduga adanya aliran dana PDKS kepada Afridawati isteri  Darmili yang juga Wakil Bupati Simeulue saat ini,  aliran dana tersebut diduga dalam hal pembelian tanah atas nama Afridawati  yang dibeli menggunakan uang dari PDKS, Senin,12 Agustus 2019.

Terkait hal tersebut Sandri Amin menjelaskan adanya dugaan aliran dana PDKS tersebut dalam satu keluarga hal tersebut telah kita laporkan dan beberapa barang bukti telah kita serahkan bersama dengan para saksi-saksi kunci terkait dengan dugaan kasus korupsi PDKS Simeulue. 

"Hari ini kasus dugaan korupsi PDKS Simeulue telah terang dan jelas kita meminta kepada Kejaksaan Tinggi Aceh untuk segera melakukan proses hukum terhadap terhadap Istri dan anak-anak darmili serta Yazid Mantan direktur pdks yang pertama,"tegas Sandri.

Kasus PDKS ini sudah bertahun tahun lamanya sehingga ketika pada  saat Kajati Aceh melakukan penahanan terhadap Darmili masyarakat Aceh pada umumnya dan masyarakat Simeulue pada khususnya menganggap Kajati Aceh sebagai pahlawan yang berani. 

"Kita berharap Kajati Aceh mempercepat proses penetapan tersangka dan penahanan terhadap Afridawati danAndi beserta yang lainnya yang ikut terlibat dalam dugaan Korupsi PDKS Simeulue,"pintanya.

"Sebab bila tidak dipercepat kita khawatir bahwa adanya upaya-upaya yang  akan dilakukan calon tersangka ini baik berupa lobi-lobi politik terhadap elit-elit politik nasional untuk mencari perlindungan atau upaya-upaya lainnya,"tutup Sandri Amin.
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com