03 Juli 2019 | Dilihat: 125 Kali
Terkait Dugaan Korupsi Proyek KKP di Sabang, Kajati Aceh Periksa 4 Saksi
noeh21
 

IJN - Banda Aceh | Penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh kembali memeriksa 4 (Empat) orang saksi terkait proyek Keramba Jaring Apung (KJA) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tahun 2017 di Sabang. Selasa 2 Juli 2019.

Adapun keempat orang yang diperiksa sebagai saksi itu hadir memenuhi pemeriksaan, yaitu KPA Satker Direktorat Pakan dan Obat Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Ir. Slamet Soebjakto, M.Si, Bendahara Pengeluaran Satker Direktorat Pakan dan Obat Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Nurlaela, S.E, Anggota Tim Pelaksana Pengadaan Percontohan Budidaya Laut Lepas Pantai pada Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Muaz, dan Karyawan PT. Surveyor Indonesia.

Humas Kejati Aceh H. Munawal Hadi, SH,MH mengatakan, selain tiga pejabat KKP, penyidik juga memeriksa seorang seorang karyawan PT. Surveyor terkait kasus tersebut.

"Tiga pejabat KKP dan seorang karyawan PT Surveyor diperiksa dalam kapasitas saksi. Dalam kasus ini, tim penyidik Kejati Aceh belum menetapkan tersangka, kendati kasusnya sudah masuk tahap penyidikan," kata Munawal.

Munawal menjelaskan, dalam kasus ini, bahwa dokumen DIPA Kementerian Kelautan dan Perikanan RI pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Direktorat Pakan dan Obat Ikan tahun anggaran 2017 terdapat kegiatan pengadaan budidaya lepas pantai (KJA Offshore) dengan pagu anggaran sebesar Rp 50.000.000.000 (lima puluh milyar).

"Bahwa terdapat indikasi melanggar hukum pada pekerjaan paket pengadaan percontohan budidaya ikan lepas pantai (KJA offshore) di Kota Sabang, yang dimenangkan oleh PT Perikanan nusantara dengan nilai kontrak Rp 45.585.100.000 yang bersumber dari DIPA Satker Direktorat Pakan dan obat ikan pada Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Ta 2017," jelasnya.

Dalam penyelidikan, terdapat indikasi kelebihan bayar. Kementerian Kelautan dan Perikanan membayar 89 persen dari seharusnya 75 persen. Total yang dibayarkan Rp 40.819.365.000 miliar lebih dari nilai kontrak Rp 45.585.100.000 (Empat Puluh Lima Milyar Lima Ratus Delapan Puluh Lima Juta Seratus Ribu Rupiah).

"Temuan lainnya, keramba jaring apung dirakit pada Januari 2018. Sedangkan pada 29 Desember 2017, perusahaan telah menerima pembayaran Rp 40,8 miliar," terang Munawal.

Penulis : Rudi H
Editor : Mhd Fahmi

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com