11 Oktober 2019 | Dilihat: 372 Kali
Terlibat Peredaran Sabu, Sipir Lapas Langsa dan Istrinya Ditangkap BNN
noeh21
Konferensi pers BNN terkait pengungkapan kasus penyelundupan 40 Kg sabu-sabu yang melibatkan seorang sipir Lapas Langsa bersama istrinya, Jumat, (11/10/2019).
 

IJN - Langsa | Badan Narkotika Nasional (BNN), menangkap Dustur seorang sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2B Langsa dan istrinya Nur Maida, terkait peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu di Aceh Timur, Aceh. Barang bukti 20 bungkus sabu-sabu seberat 20,5 kilogram, disita dari rumah tersangka.
 
“Penangkapan ini berawal saat kami mendapatkan informasi, ada sebuah pengiriman Narkotika dari Malaysia menuju ke perairan Aceh Timur dengan menggunakan kapal boat,” ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Setelah diselidiki, kata Arman, pihaknya memperoleh informasi ada seorang oknum sipir di Lapas kelas 2B Langsa yang terlibat dalam penyelundupan tersebut. Tim kemudian melakukan pendalaman.
 
Setiba di rumah Dusthur, petugas langsung melakukan pengepungan dan mengamankan istrinya (Nur Maida). Saat itu, Nur Maida menujukan kepada petugas tempat penyimpanan barang terlarang tersebut.
 
"Sabu disimpan di sebelah lemari dapur rumah, ditemukan satu karung putih beris 19 bungkus sabu yang mana per-bungkus seberat satu kilogram, tersangka Dusthur juga menunjukkan sabu lainnya yang disimpan di dalam lemari dapur sebanyak satu bungkus ukuran sedang," jelas Arman.
 
Dari pengakuan Dusthur, awalnya ia menerima sabu sebanyak 48 kilogram. Namun saat ditangkap, sabu yang tersisa hanya 20 kilogram, sementara yang lain sudah di distribusikan sebanyak 28 kilogram, baik diantar sendiri maupun ada yang mengambil ke rumahnya.
 
Selain mengamankan 20 kilogram lebih sabu, petugas juga mengamankan barang bukti lain seperti sebuah mobil Honda Civic, dua unit Handphone serta sejumlah kartu identitas milik kedua tersangka.
 
"Masih dilakukan pengejaran terhadap sejumlah pelaku lainnya, yang diduga terlibat dalam kasus penyeludupan narkotika ini," terang Arman.
 
Kedua tersangka diancam dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
 
Penulis : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com