06 Oktober 2020 | Dilihat: 325 Kali
Tiga Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Banda Aceh Ditangkap Polisi
noeh21
 

IJN - Banda Aceh | Pelaku pencabulan anak dibawah umur akhirnya ditangkap pihak kepolisian, pelaku yang berjumlah tiga orang tersebut yakni TR (49), RD (34) dan RR (20) yang merupakan warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, sementara korban berinisial NS (8) dan AL (8).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha, SIK didampingi Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani, S.TrK dan Kasubbag Humas, Iptu Hardi, SH mengatakan, mereka ditangkap berdasarkan laporan orang tua korban setelah mengetahui hal miris yang terjadi terhadap anak-anaknya.

“Selain NS dan AL, diduga kuat masih ada beberapa korban lainnya yang belum melaporkan hal tersebut kepada polisi,”
Kata Kasat Reskrim, M Ryan Citra Yudha pada Konferensi Pers di Mapolresta Banda Aceh, Selasa 6 Oktober 2020, sore.

Kasat Reskrim menjelaskan, berawal dari saat Februari lalu, kedua korban pergi ke warung untuk jajan yang lokasinya tak jauh dari rumah. Setiba disana, ternyata warung yang dituju tutup dan mereka pun mencari warung lainnya yang berada di dekat SD Negeri 62 Banda Aceh.

“Setelah kedua korban sampai ternyata warung itu juga tutup, tersangka TR yang berprofesi sebagai penjual pisang goreng di kawasan warung kedua memanggil kedua korban yang hendak pulang,”Jelas Kasat Reskrim, M Ryan Citra Yudha

Kedua korban pun ditarik dan kemudian dipaksa masuk kedalam kolong gerobak jualan pisang gorengnya tersebut. Saat mereka masuk dibawah ancaman sebilah parang, diketahui ada satu anak perempuan yang belum diketahui identitasnya di dalam kolong gerobak.

“Hingga kini, penyidik pun masih mencari tahu siapa anak yang dimaksud tersebut yang ditemukan dalam keadaan terikat dan mulut terlakban,"Kata Kasat Reskrim.

Sementara itu, beberapa saat kemudian, tersangka lainnya yakni RR dan RS lewat di depan lokasi penjualan gorengan TR. Tersangka TR pun memanggil keduanya untuk memberitahukan soal para korban.

“Para korban akhirnya dibawa ke semak-semak hingga dicabuli serta disetubuhi oleh para pelaku. Berdasarkan keterangan TR kepada petugas, sebelumnya ia pernah mencabuli dua orang anak laki-laki,”Jelasnya.

Untuk diketahui, aksi pencabulan terhadap korban sendiri diketahui oleh orang tuanya saat hendak mencari asisten rumah tangga pada September lalu. Saat itu, istri tersangka TR menawarkan seseorang.

Namun, korban spontan menolak karena mengetahui aksi bejat TR. Orang tua korban pun mencari tahu penyebab pernyataan anaknya itu dan akhirnya diketahui bahwa korban telah dicabuli oleh tersangka TR.

Saat ini, Polisi masih terus melakukan pengembangan lanjut terhadap kasus tersebut karena diduga kuat korban pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur ini lebih dari tiga orang.

“Dalam kasus ini, kita mengamankan sejumlah barang bukti seperti gerobak dan sejumlah pakaian korban. Selain itu, polisi juga mengantongi hasil visum terhadap kedua korban,”Demikian Tutup Kasat Reskrim, M Ryan Citra Yudha.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 81 Jo Pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Penulis: Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com