01 Januari 2020 | Dilihat: 7050 Kali
Diduga Terlibat Pornografi
YARA Laporkan Oknum DPRK Aceh Jaya ke Polda Aceh karena Ganggu Istri Orang
noeh21
Anggota Yara Muzakir AR. SH dan Muhammad Zubir SH
 

IJN - Banda Aceh | Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Jaya berinisial AI ke Polda Aceh, diduga mengganggu istri orang lain dengan aksi pornografi melalui Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) via media sosial WhatsApp. 

Sekretaris YARA Fakrurrazi mengatakan bahwa YARA sebagai kuasa hukum Pelapor yang tak lain adalah suami dari wanita yang diganggu oknum DPRK tersebut, secara resmi melaporkan oknum dewan Aceh Jaya itu ke Direskrimsus Polda Aceh, Selasa 31 Desember 2019 dengan nomor laporan STTLP/286/XII/YAN.2.5/2019 SPKT.

Saat membuat laporan ke Polda Aceh, Sekretaris YARA didampingi oleh Direktur Pengelola Informasi dan Dokumentasi YARA Muhammad Zubir, SH dan Direktur Paralegal YARA Muzakir AR.

"Oknum anggota dewan tersebut kami laporkan ke Direskrimsus Polda Aceh karena perbuatannya sudah diluar batas dengan aksi pornografi yang dilakukannya terhadap istri orang klien kami melalui informasi transaksi elektronik (ITE)," kata Fakrurrazi kepada Media INDOJAYANEWS.COM pada Rabu 1 Januari 2020.

Menurut Sekretaris YARA, ulah oknum anggota DPRK Aceh Jaya tersebut dilaporkan ke Polda Aceh karena telah menyebabkan kekacauan rumah tangga orang lain, disebabkan aksi pornonya melalui media sosial WhatsApp. Padahal Pelapor dan istrinya sebelum ini merupakan timses dari oknum dewan tersebut pada Pileg 2019 lalu.

"Wanita yang diganggu oleh oknum dewan Aceh Jaya ini merupakan istri dari klien kami, yang sebelumnya suami istri ini telah berjuang memenangkan oknum anggota dewan itu. Namun terpilih menjadi anggota DPRK, Terlapor justru melakukan perbuatan porno dengan istri timsesnya," ungkap Fakrrurrazi.

Lebih lanjut Razi menuturkan, sebelumnya perbuatan bejat oknum wakil rakyat itu sudah pernah ketahuan dan sudah diperingatkan agar segera menjauhi istri kliennya, namun setelah damai dan berjanji tidak mengulangi lagi, oknum dewan itu justru melanggar sumpahnya dan kembali melakukan aksi cabul.

"Gara-gara perbuatan pornografi tersebut, klien kami bahkan mengalami banyak kerugian, termasuk rusaknya rumah tangga karena digugat cerai oleh istrinya. Ini berdampak pada kerugian materi dan inmateri. Hari ini mental anak-anak klien kami juga terganggu dengan masalah yang sedang dihadapi," katanya.

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com