07 November 2023 | Dilihat: 157 Kali
OKI Kutuk Pernyataan Menteri Israel soal Opsi Bom Nuklir di Gaza
noeh21
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk pernyataan Menteri Warisan Israel Amichai Eliyahu yang memberikan opsi untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza. Foto. Detik
 

IJN - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk pernyataan Menteri Warisan Israel Amichai Eliyahu yang memberikan opsi untuk menjatuhkan bom nuklir di Jalur Gaza. Pernyataan itu dinilai rasis.

Melansir kantor berita WAFA, Senin 6 November 2023, OKI dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa hal tersebut mencerminkan 'ekstremisme dan ujaran kebencian yang memicu kekerasan dan terorisme terorganisir' serta genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina

OKI menilai, pernyataan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta konvensi dan resolusi internasional.

Baca juga : Menteri Israel Ancam Jatuhkan Bom Nuklir di Gaza

Pihaknya turut mendesak komunitas internasional untuk mengutuk pernyataan tersebut dan mengambil langkah efektif untuk menghentikan agresi militer Israel.
 
Diberitakan detikNews, Menteri Warisan Israel Amichai Eliyahu melontarkan opsi kontroversial untuk menjatuhkan bom nuklir di Gaza. Ia mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan dalam sebuah wawancara dengan radio lokal Israel baru-baru ini.
 
"Itu salah satu caranya," kata Eliyahu dalam wawancara tersebut.

Baca juga : Menteri Israel Diskors setelah Menyatakan Opsi soal Penggunaan Nuklir di Gaza
 
Jawaban Eliyahu tersebut menuai kritik keras dari berbagai pihak. Otoritas Palestina dalam sebuah pernyataan pada Minggu (5/11/2023) waktu setempat, menyebut pernyataan itu 'menghasut' dan memberikan kecaman keras.

"Pernyataan ini merupakan terjemahan dari perang genosida yang sedang dilancarkan Israel terhadap Jalur Gaza selama 30 hari ini," tegas Kementerian Luar Negeri Palestina.
 
Kementerian Luar Negeri Palestina juga menyebut komentar menteri Israel itu menjadi 'cerminan jelas dari kampanye penghasutan yag disokong oleh para pejabat Israel untuk menghancurkan Gaza dan menggusur para penduduknya.'

Baca juga : Korban Tewas Serangan Israel ke Gaza Capai 9.061 Ribu, Termasuk 3.760 Anak
 
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri membantah pernyataan dari Eliyahu tersebut. Netanyahu juga menskors menteri tersebut dari rapat kabinet.
 
"Kata-kata Amichai Eliyahu tidak sesuai dengan kenyataan," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Times of Israel, Senin (6/11/2023).

Baca juga : Houthi Yaman Nyatakan Perang Lawan Israel

"Israel dan IDF bertindak sesuai dengan standar tertinggi hukum internasional untuk mencegah kerugian bagi orang-orang yang tidak terlibat, dan kami akan terus melakukan hal tersebut hingga mencapai kemenangan," tambahnya.
 
Pemimpin Oposisi Yair Lapid meminta Netanyahu untuk memecat Eliyahu dan menyebut komentarnya sebagai 'pernyataan mengerikan dan tidak masuk akal dari menteri yang tidak bertanggung jawab.'




Sumber: Detik.com
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com