19 Juli 2021 | Dilihat: 72 Kali
Situasi Memanas, Kemlu Imbau WNI Tinggalkan Afghanistan
noeh21
Ilustrasi
 

IJN - Jakarta | Kementerian Luar Negeri RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Afghanistan untuk segera meninggalkan negara tersebut di tengah peningkatan ketegangan antara Taliban dan pasukan pemerintah setempat.

"Mengingat situasi keamanan tersebut, WNI diminta untuk sangat berhati-hati dan waspada serta terus memperhatikan informasi perkembangan keamanan setempat," ujar Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha, kepada CNNIndonesia.com, Senin 19 Juli 2021

Ia kemudian berkata, "Bagi WNI yang tidak memiliki kepentingan yang sangat mendesak, diimbau untuk segera meninggalkan Afghanistan.

Berdasarkan data Kemlu RI, jumlah WNI yang berada di Afghanistan saat ini 6 orang. Jumlah itu belum termasuk staf KBRI. "Sebagian bekerja di Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), sebagai ekspatriat di perusahaan swasta, dan sebagian menikah dengan warga setempat,"ucap Judha.

Judha mengatakan bahwa Kemlu dan KBRI Kabul akan terus memonitor perkembangan situasi keamanan di Afghanistan.

Taliban dilaporkan terus meningkatkan serangan di Afghanistan usai Amerika Serikat dan NATO menarik pasukannya dari negara tersebut.

Kelompok itu bahkan mengklaim telah menguasai 85 persen wilayah di Afghanistan, termasuk di wilayah perbatasan.

Sejumlah pasukan Afghanistan kewalahan menghadapi Taliban. Beberapa di antara mereka memilih kabur ke Tajikistan untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, warga yang tinggal di wilayah kekuasaan Taliban juga angkat kaki demi menghindari kekerasan.

Kekerasan yang terus meningkat membuat 15 negara menyerukan gencatan senjata menjelang Iduladha. Namun, Taliban menolak usulan gencatan senjata tersebut.


Sumber: CNNIndonesia
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com