29 September 2019 | Dilihat: 49 Kali
DBD Tinggi, Dinkes Aceh Singkil Himbau Warga Galakkan Kebersihan
noeh21
Kadis Kesehatan Aceh Singkil H.Edi Widodo SKM M.Kes, saat ditemui diruang kerjanya.
 

IJN - Aceh Singkil | Dengan meningkatnya angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Singkil belakangan ini, membuat Pemkab Setempat melalui instansi terkait harus putar kepala bekerja ekstra dalam penanganannya.
 
"Diakui, kasus DBD di Aceh Singkil saat ini masuk kategori KLB (Kejadian Luar Biasa). Karena sejak Januari hingga September 2019, tercatat sudah ada 107 kasus warga yang terkena virus dengue akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti," ucap Kadis Kesehatan Aceh Singkil H.Edi Widodo SKM M.Kes, kepada IJN diruang kerjanya, Jum'at 27 September 2019 lalu.
 
Menurut Edi, tingginya kasus DBD di Kabupaten Aceh Singkil tidak semata terjadi dari lokal. Diduga, datangnya impor dari luar daerah. "Umpamanya, ada warga setempat bepergian ke Medan atau Banda Aceh dan terkena disana, lalu saat pulang sampai disini sakit. Sehingga laporan DBDnya di Aceh Singkil," ujarnya.
 
Untuk itu Dinkes menghimbau agar seluruh pihak lapisan masyarakat ikut berperan serta menggalakkan membersihkan lingkungan dengan bergotong royong.
 
"Meski setiap ada laporan kasua DBD, pihak Dinkes melakukan fogging di kawasan rumah pasien yang terserang nyamuk Aedes Aegypti.
Karena untuk penanganan pemberantasan nyamuk tersebut, tidak mungkin hanya pihak Dinas Kesehatan dapat berkerja sendiri," ungkapnya.
 
Begitu juga untuk menekan kasus DBD, warga tidak hanya terpaku terhadap fogging. Tapi dapat juga melakukan 3M, menguras dan menutup tempat air, menanam barang bekas yang tidak terpakai, serta menaburkan bubuk Abate (obat pembunuh jentik nyamuk) dan membersihkan saluran lingkungan rumahnya masing-masing.
 
Sementara kasus DBD yang menyerang warga Aceh Singkil, tersebar di 5 kecamatan, diantaranya Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Danau Paris, Simpang Kanan dan Gunung Meriah. Dari 5 kecamatan, di Kecamatan Gunung Meriah merupakan daerah endemis DBD dengan 72 kasus.
 
Dikatakan, untuk kasus DBD yang terbanyak terjadi di Desa Blok VI Baru, Sanggaberu Silulusan dan Lae Butar, masing-masing 10 kasus.
 
"Beruntung, dari ratusan kasus yang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil, tidak ada laporan korban meninggal dunia. Semua masih bisa tertangani," tandasnya.
 
Penulis : Erwan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com