IJN - Meulaboh | Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Meulaboh menggelar kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan jantung yang diikuti oleh puluhan warga dari berbagai kalangan.
Acara berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan meliputi edukasi, penyuluhan kesehatan jantung, pemeriksaan EKG, serta deteksi dini penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kepala Puskesmas Kuala Bhee, Syarifah Kasmarazmuaty, S.Tr.Keb, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para dokter, tenaga medis, Keuchik Kuala Bhee, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.
“Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung,” ujarnya. Minggu 19 Oktober 2025.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari, mengingat penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin, minimal dua kali dalam setahun, agar masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan jantung langsung dari dokter spesialis. Semoga kegiatan ini membawa manfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Sementara itu, Keuchik Kuala Bhee, Kausar Yusmida, A.Md.Kep, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sependapat dengan Ibu Kapus, karena memang banyak warga di wilayah Woyla yang mengalami penyakit jantung. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin agar masyarakat mendapat pemeriksaan langsung dari dokter spesialis,” ungkapnya.
Perwakilan dari SMF Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sekaligus PERKI Aceh, dr. Marwan Nasri, Sp.JP (K), FIHA, menjelaskan bahwa kehadiran BPJS Kesehatan memiliki peran penting dalam pengelolaan pasien jantung kronis melalui program PRB dan Prolanis.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas layanan primer agar mampu mengelola penyakit jantung kronis secara menyeluruh. Program pemerintah ini juga menjadi upaya mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat,” jelas dr. Marwan.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Onna Januaresty menambahkan bahwa fokus kegiatan adalah melakukan skrining dini terhadap gejala penyakit jantung, terutama mengingat tingginya kasus hipertensi dan diabetes melitus di masyarakat Aceh.
“Kami melakukan pemeriksaan sekaligus edukasi mengenai gaya hidup sehat. Bila ditemukan indikasi penyakit jantung, pasien akan kami arahkan untuk pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis,” tutur dr. Onna.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Menurut dr. Marwan dan dr. Onna, banyak warga yang datang untuk memeriksakan diri meski terkendala jarak dan akses menuju rumah sakit.
“Masyarakat di Woyla sangat antusias. Namun, kondisi geografis seperti banjir atau jarak yang jauh membuat kegiatan seperti ini sangat membantu mereka mendapatkan layanan kesehatan,” ujar dr. Onna.
Kepala Puskesmas Kuala Bhee kembali menegaskan apresiasinya atas dukungan semua pihak dan berharap kegiatan ini terus berlanjut di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan bisa menjadi agenda rutin setiap tahun, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat,” tegas Syarifah.
Selain mendapat dukungan dari pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, S.P., M.M., dan Wakil Bupati, Said Fadhiel, S.H., kegiatan ini juga diharapkan dapat diperluas ke bidang spesialis lain seperti Penyakit Dalam, Saraf, dan THT, mengingat besarnya antusiasme masyarakat.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Afit Fuddin, A.Md.Kep., dan Khairul Hadi, A.Md.Kep., perawat jantung dari Woyla yang bertugas di Unit Rawat Jantung RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Penulis: Nurdiana Putri
Editor: Redaksi