08 April 2019 | Dilihat: 134 Kali
Tingkatan Layanan Kesehatan Anak 0-6 Tahun
Pemko Sabang Launching Program “GEUNASEH”
noeh21
Walikota Sabang Nazaruddin, foto ; Windi
 

IJN - Sabang | Untuk respon cepat terhadap penanganan stunting dan dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan anak usia 0-6 tahun, Pemerintah Kota (Pemko) Sabang launching  Gerakan Untuk Anak Sehat Sabang “GEUNASEH”, pada Senin, tanggal 8 April 2019.
 
Program ini merupakan salah satu layanan untuk penanganan malnutrisi dan stunting yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak   dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai. 

Walikota Sabang, Nazaruddin, S.I.Kom mengatakan, penanganan terpadu malnutrisi dan stunting sangat penting dilakukan melalui Gerakan Untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat “Geunaseh” Sabang didukung oleh UNICEF Aceh, dan Flower Aceh sebagai mitra pelaksana. 

Penanganan malnutrisi dan stunting di Kota Sabang harus ditangani secara terintegrasi agar tidak menyebabkan berbagai masalah lanjutan terkait gizi, dan berdampak pada ancaman loss generasi sehat di kota Sabang. 

Untuk penangan tersebut, Pemerintah Kota Sabang meluncurkan program bantuan tunai yang dinamakan Gerakan untuk Anak Sehat Sabang atau disingkat GEUNASEH Sabang sebagai salah satu layanan untuk penanganan malnutrisi dan stunting yang bertujuan untuk meningkatkan cakupan nutrisi dan akses terhadap layanan kesehatan bagi seluruh anak  yang berumur 0 – 6 tahun dan ibu menyusui melalui pemberian bantuan transfer tunai. 

“Melalui bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu masyarakat  tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak “ kata Walikota Sabang saat launching Gerakan Untuk Anak Sehat Sabang (Geunaseh), di Aula Lantai 4 Kantor Walikota Sabang. 

Menurutnya, program “ Geunaseh” sebagai respon cepat terhadap tingginya jumlah kasus malnutrisi dan stunting di Sabang, dimana seperti diketahui berdasarkan  data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), pada tahun 2018 angka stunting balita di Kota Sabang mencapai 540 dari 2.037 balita. 

Sekitar  26.5 persen anak di Sabang mengalami malnutrisi dan stunting, angka tersebut menunjukan bahwa 1 dari 4 balita mengalami stunting, dan jumlah ini melampaui batasan yang ditetapkan badan kesehatan dunia (WHO) sebesar 20 persen.
 
Terobosan peningkatan derajat kesehtan melalui program GEUNASEH ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Sabang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2017-2022 yakni “Terwujudnya pembangunan Kota Sabang yang mandiri, sejuk, tentram yang berbasis wisata maritim dan berazaskan syari’ah dengan semangat kebersamaan ulama dan umara”.

Dan menempatkan isu pembangunan kesehatan menjadi salah satu misi pembangunan Kota Sabang yaitu “meningkatkan pelayanan kesehatan yang manusiawi dan berkeadilan “, dalam rangka kelancaran program ini sangat penting dukungan dan komitmen dari SKPK, Pemerintah Gampong, masyarakat dan pihak terkait lainnya untuk dapat konsisten menekan angka kejadian malnutrisi dan stunting pada anak di Kota Sabang. 

Kesempatan itu, Walikota Sabang mengharapkan kepada pihak-pihak terkait di daerah setempat agar meningkatkan koordinasi lintas sektor dan  melakukan evaluasi bersama atas pelaksanaan program serta kegiatan yang telah dilakukan guna perbaikan kedepannya, kata Nazaruddin. 

Perwakilan UNICEF Aceh, Julia Hoeffmann menyampaikan apresiasi terhadap terobosan program Pemerintah Kota Sabang untuk menangani malnutrisi dan stunting , dan berharap dapat segera diduplikasi oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh. 

Hal ini merupakan langkah maju menuju “welfare city” dan menjadi kabupaten dan kota pertama di Indonesia yang akan memiliki program jaminan sosial masyarakat tanpa syarat untuk seluruh anak di Kota Sabang.
 
Lebihlanjut dikatakan, Hari ini pemerintah Sabang resmi meluncurkan program pemberian bantuan dana pemenuhan kebutuhan esensial anak 0 – 6 tahun yang diberi nama gerakan untuk anak sehat sabang atau Geunaseh Sabang. 

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dan contoh oleh kabupaten/kota lainnya di Aceh dan di Indonesia, sehingga kasus stunting dapat menurun secara signifikan, dan anak-anak bebas dari persoalan gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan kesehatannya, harap Julia.

Penulis : Windi
Editor : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com