14 Mei 2019 | Dilihat: 254 Kali
21 Tahun Berlalu, Mengenang Kisah Pilu Tragedi Mei 1998
noeh21
 

IJN - Jakarta | Puluhan orang menghadiri peringatan 21 tahun tragedi Mei 1998 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon Kel.Pondok Ranggon Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, 14 Mei 2019.

Tragedi Mei 1998 sudah 21 tahun berlalu. Namun kisahnya, meninggalkan pilu bagi keluarga yang ditinggalkan untuk selama-lamanya.

Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu kerusuhan Mei 1998 itu adalah Mal Klender di kawasan Klender, Jakarta Timur.

Wahap Talauho mengatakan, Tragedi ini tidaklah terjadi di Jakarta, namun terjadi juga di kota-kota besar di Indonesia, mareka mencoba merampas, dan mengambil kembali dengan alasan people power tahun 98 mereka mengambil hak-hak kita.

“Kerusuhan Mei tahun 1998 merupakan sejarah hitam di akhir kekuasaan Soeharto. Peristiwa kelabu tersebut terjadi di Jakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah, dan Kota Medan Sumatera Utara,” kata Wahap Talauho.

Wahap menambahkan, siapa pun yang menyaksikan korban tewas yang sudah di kumpulkan di kamar mayat Rs Cipto Mangunkusumo saat itu, pasti mencium bau gosong jenazah-jenazah yang terbakar.

“Tidak ada kata yang pantas untuk saat yang menyaksikan tumpikan 1200 jenazah mengenaskan itu (Sungguh Biadab),” ungkapnya.

Penulis : Antoni Riansyah
Editor   : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com