01 Oktober 2019 | Dilihat: 161 Kali
Demi Upah Rp 40 Ribu, Sekuriti Nyamar Jadi Pelajar Demo DPR
noeh21
 

IJN - Jakarta | Polda Metro Jaya menyatakan ada massa bayaran yang menyamar menjadi mahasiswa dan pelajar dalam aksi demonstrasi di depan Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menolak pengesahan undang-undang pertentangan, yang dibatalkan ricuh. Soal jumlah massa bayaran tersebut, kepolisian masih melakukan pendataan.
 
Hal itu seperti dikeluarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. "(Ada massa bayaran) Sedang didata," katanya, Selasa, 1 Oktober 2019.
 
Dan salah satu massa bayaran yang terciduk, yaitu pria berinisial RH. Pria senang 22 tahun yang memuji menyamar jadi pelajar dengan mengenakan seragam Sekolah Menengah Atas (SMA). RH yang sehari-hari berpartisipasi sebagai sekuriti diajak berpartisipasi melalui pesan WhatsApp.
 
Selain sekuriti yang ketahuan menyamar jadi pelajar SMA, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy sebelumnya juga membahas tentang pendemo yang berpura-pura jadi pelajar. Pendemo menggunakan seragam putih abu-abu, namun memiliki tato di kepemilikan.
 
"Mereka hanya memakai pakaian putih abu-abu saja, pas dibuka ada yang bertato dan tentu saja bukan pelajar," katanya.
 
Karena itu, dia mengimbau semua pihak untuk tidak melibatkan pelajar dalam aksi yang bisa membantu pelajar. Selain itu, Muhadjir juga meminta pihak kepolisian untuk menindaklanjuti dengan oknum yang berpura-pura jadi pelajar atau yang melibatkan pelajar dalam aksi unjuk rasa yang diakhiri ricuh.

VIVA
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com