13 Mei 2019 | Dilihat: 96 Kali
Edy Mulyadi: Tugas Polisi Mengayomi Bukan Ikut Kompetensi
noeh21
Edy Muliadi. Foto Antoni Riansyah
 

IJN - Jakarta | Terkait pemanggilan terhadap Egy Sudjana dan Kivlan Zein, Penasehat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Edy Mulyadi menggelar konferensi pers Hotel Sofyan Tebet Jl. Soepomo Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin 13 Mei 2019.

Lieus Sungkarisma menyampaikan, bahwa dirinya dapat surat panggilan dari Bareskrim.

“Saya dapat surat panggilan dari bareskrim, cuma saat ini belum saya tunjukan kepada kalian, hari selasa besok jam 09.00 saya akan ke bareskrim,” ujar Lieus Sungkarisma dalam konferensi pers.

sekarang ini, lanjutnya, sampai-sampai KPU salah imput ini apa, dan saya berani menjamin rakyat tidak akan diam, biaya yang dikeluarkan untuk demokrasi sangat terlalu besar jangan dinodahi.

“Pesen saya tolong jangan mainkan rakyat, setelah itu nasif rakyat digantung tiga tahun gak diproses kasihan,” ungkapnya.

“Bapak penegak hukum ini kan tugasnya mengayomi masyarakat, melindungi masyarakat, bukan malah mendukung adanya kecurangan ini sangat membahayakan,” paparnya.

Sementara itu, Penasehat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Edy Mulyadi menyampaikan, kami memohon kepada Bareskrim hukum jangan di buat main-main, masa ada seorang mak-mak di panggil gara-gara masuk pekarangan KPU kan aneh setelah itu pemanggilan di batalkan.

“Kami mohon pak polisi tugasmu mengayomi bukan ikut kompetisi, semua baju seragam mu itu dibeli dari uang rakyat,” kata Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi menambahkan, seperti kata Lieus rakyat tidak akan takut, kalau dulu buruh yang ada didepan tetapi sekarang mak-mak yang turun.

“Bukan karena Prabowo-Sandi, ini karena keadilan, kita tidak mau makar cuma kita mau minta suara rakyat dikembalikan,” ungkapnya.

Penulis : Antoni Riansyah
Editor   : Mhd Fahmi

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com