29 Juli 2022 | Dilihat: 61 Kali
Eks Presiden ACT Siap Ditahan Kasus Penyelewengan Donasi Umat
noeh21
Mantan Presiden ACT Ahyudin memenuhi panggilan sebagai tersangka penyelewengan donasi ACT, Jumat (29/7). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
 

IJN - Jakarta | Eks Presiden yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana donasi.
 
Pantauan CNNIndonesia.com, Ahyudin tiba sekitar pukul 13.20 WIB di Bareskrim Polri, Jumat (29/7). Ia mengenakan setelan jas hitam dengan kemeja putih di dalamnya.
 
Ahyudin memenuhi panggilan Bareskrim dengan didampingi kuasa hukumnya, Pupun Teuku Zulkifli. Ia mengaku bakal mengikuti seluruh proses hukum yang sedang berlangsung.
 
"Sebagai tersangka Insyaallah saya akan ikut semua proses hukum ini dengan sebaik-baiknya dengan penuh kooperatif begitu," ujarnya kepada wartawan.
 
Saat disinggung soal kemungkinan penahanan, Ahyudin enggan berkomentar banyak. Ahyudin mengatakan, dirinya akan menghargai segala keputusan penyidik.
 
"Sepenuhnya hak penyidik. Kita akan hargai," katanya.
 
Diketahui, Bareskrim Polri telah menetapkan pendiri sekaligus mantan Presiden ACT Ahyudin, Presiden ACT saat ini Ibnu Khajar, serta dua petinggi ACT Hariyana Hermain dan Novariandi Imam Akbari sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana donasi ACT.
 
Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, mereka sampai saat ini belum ditahan. Penyidik akan melakukan koordinasi terlebih dulu untuk menetukan ditahan atau tidaknya keempat orang tersebut.
 
Atas perbuatannya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP, Pasal 374 KUHP, Pasal 45a Ayat 1 juncto Pasal 28 Ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2012 Tentang ITE.
 
Selain itu mereka juga dikenakan Pasal 70 Ayat 1 dan 2 juncto Pasal 5 UU Nomor 16 Tahun 2001 sebagaimana diubah UU Nomor 28 Tahun 2004 Tentang Yayasan, Pasal 3,4 dan 6 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencucian Uang, dan Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.
 
Ahyudin dan Ibnu Khajar serta dua tersangka lainnya terancam hukuman 20 tahun penjara akibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) tersebut.
 
 
Sumber: CNNIndonesia 
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com