22 Mei 2019 | Dilihat: 588 Kali
Gas Air Mata Polisi Dibalas Lemparan Batu Massa Aksi Bawaslu
noeh21
Polisi melepaskan tembakan gas air mata saat aksi unjuk rasa berujung bentrok di jalan Medan Merdeka Barat, depan Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. BeritaSatu
 

IJN - Jakarta | Polisi melepaskan gas air mata ke massa aksi Bawaslu yang hingga Rabu  22 Mei 2019, dini hari masih enggan membubarkan diri.

Namun tembakan gas air mata ini sempat dibalas massa dengan lemparan batu dan benda-benda lain.

Sebelum menembakan gas air mata, polisi lebih dulu bernegosiasi dengan perwakilan massa. Polisi meminta warga membubarkan diri dan kembali ke kediaman masing-masing.

Namun massa berkukuh enggan bubar dan menuntut rekan mereka yang ditahan polisi dilepaskan.

Setelah negoisasi buntu, polisi mendesak massa mundur. Peringatan satu hingga peringatan tiga diberikan polisi melalui pengeras suara.

Warga yang tidak berkepentingan juga diminta menghindar dan mengosongkan Jalan Wahid Hasyim.

Setelah tiga kali peringatan, gas air mata ditembakan. Ditengah pekat asap, warga melempari polisi dengan batu dan benda-benda lain.

Namun hal ini tak berlangsung lama. Gas air mata terus ditembakan. 

Tak lama kemudian, massa bisa dipukul mundur dan bubar. Saat ini petugas masih berjaga-jaga disekitar lokasi dan terus meringsek maju.

Sumber : cnnindonesia.com

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com