15 Maret 2019 | Dilihat: 149 Kali
Gus Muwafiq, Warek III UIN Jakarta Hingga Kapolres Bicara Dalam Tausyiah Kebangsaan
noeh21
 

IJN - Jakarta | KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq menghadiri sekaligus mengisi tausyiah kebangsaan yang diadakan di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta Jalan Ir H Juanda No. 95 Kelurahan Cempaka Putih Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan, Jumat 15 Maret 2019.

Acara bertema  “Pramuka Perekat NKRI” tersebut dihadiri lebih kurang 400 peserta dibawah tanggung jawab Banu Muhammad Kindy selaki Ketua UKM Pramuka UIN Jakarta.

Hadiri dalam acara Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan Saragih, SIK, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta Prof. Masri Mansoer, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Kak Supriyadi, Kadis Dindikbud Tangsel dan Pembina Pramuka UIN Jakarta.

Prof. Masri Mansoer selaku Warek lll Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta dalam sambutannya mengatakan Bangsa Indonesia ditakdirkan oleh Allah sebagai bangsa yang majemuk dan plural dari segi agama, etnis suku, budaya dan bahasa.

"Keberagaman ini merupakan rahmat, dan karunia dari Allah SWT kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu keragaman ini merupakan ujian, kalau kita tidak bisa merawat keberagaman ini, maka akan menjadi bencana bagi bangsa Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, UIN Jakarta telah menambatkan diri sebagai moderasi hidup beragama, hal ini diangkat dalam tema wisuda mahasiswa dengan tema “UIN Jakarta Sebagai Moderasi Beragama Dunia”. "Artinya, melalui UIN Jakarta kita bisa menangkap keragaman sebagai perekat NKRI, perekat bangsa dan agama," cetusnya.

Sementara Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan Saragih, SIK dalam sambutannya menyampaikan, tujuan hadir untuk mengikuti tausiyah kebangsaan yang akan disampaikan oleh guru KH Ahmad Muwafiq, dengan tema “Pramuk Perekat NKRI" adalah untuk menginngatkan terus kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk menjaga persatuan Indonesia.

Selaku Kapolres, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada UIN Jakarta dan panitia yang telah menginisiasi kegiatan ini, terlebih memasuki tahun politik pemilu 2019.

"Seharusnya pemilu merupakan pesta demokrasi, tapi faktanya ada oknum tertentu dari calon tertentu yang menggunakan cara-cara provokasi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa," tuduh polisi berpangkat AKBP yang menjabat Kapolres tersebut.

"Gus Muwafiq adalah orang yang tepat untuk menyampaikan tausiyah kebangsaan, banyak pengetahuan yang akan kita peroleh bagaiamna kita merawat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk melanjutkan pembangunan," tambahnya.

Ia mengajak semua pihak menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, tidak terprovokasi yang dapat terpecah belah. Ia berharap setelah kegiatan tausyiah tersebut, rasa kebangsaan akan semakin menebal dan meningkat. 

"Dalam Tausiah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) Saya harus datang karena acaranya pramuka, ini penting terlebih lagi bahasannya tentang NKRI," kata Kapolres.

Probelem terbesar sekarang menurut dia, hampir semua bangsa di Eropa, di Timur Tengah, mengalami problem kebangsaan, dan mengalami titik-titik kritis ada yang selamat dan ada yang tidak selamat.

"Urusan kebangsaan di Indonesia diakui oleh dunia, karena sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa Arab dan Eropa hanya satu bangsa dipecah oleh puluhan negara. Kita ini puluhan bangsa dipikul oleh satu negara Indonesia," ucapnya.

"Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang mengalami pergeseran bangsa dan agama, orang Eropa mengatakan bahwa bangsa Indonesia keturunan monyet, karena banyak ditemukan manusia prasejarah banyak ditemukan di Indonesia," sebut Kapolres.

"Inilah yang menjadi problem bangsa saat ini.
Sekarang ini yang modernisasi tidak PD kalau tidak Eropa, dan yang Islami tidak PD kalau tidak Arab. Ada apa sebenarnya di bangsa ini? perekatnya, kekuatannya apa? Untungnya Indonesia sebagian besar kaum muslimin, sudah diajarkan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. Kita menjadi Indoensi tidak ada yang minta dan itu semua merupakan karunia Allah SWT," jelasnya.

Penulis : Antoni Riansyah
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com