12 Maret 2019 | Dilihat: 311 Kali
HMI Bogor Desak BPK RI Usut Dugaan Korupsi Porda Jabar XIII
noeh21
Mahasiswa HMI Bogor audiensi dengan BPK RI. Foto: IJN
 

IJN - Jakarta | Sebanyak 4 (empat) orang perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bogor pada Selasa 12 Maret 2019 mendatangi Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Jakarta. Kedatangan 4 perwakilan HMI Bogor itu dipimpin Bairu Tamam.

Kedatangan mahasiswa tersebut ke Kantor BPK RI pusat dalam rangka melakukan audiensi dengan Badan Pemeriksa Keuangan terkait adanya dugaan korupsi dalam Pekan Olah Raga Daera Jawa Barat ke XIII. 

Perwakilan mahasiswa tersebut disambut Kepala Bagian (Kabag) Humas BPK RI Sri Haryati, di Ruang Informasi dan Komunikasi BPK RI Jakarta Pusat.

Perwakilan massa berjumlah 4 orang itu menyampaikan tuntutan antara lain supaya BPK RI segera mengusut tuntas dugaan Korupsi penyelenggaraan Porda Jabar ke XIII yang melibatkan Oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor. Massa meminta, BPK RI segera melakukan Audit Investigasi terkait Anggaran Porda 2018.

Sementara Sri Haryati selaku Kabag Humas mengatakan, ia berterima kasih kepada mahasiswa yang peduli terhadap tindakan pidana korupsi dan melaporkannya kepada BPK RI. "Apirasi sudah diterima dan akan segera disampaikan ke pimpinan kami, dan juga menjadi perhatian bagi kami. Kami akan melakukan koordinasi dengan unit terkait di Bogor dan akan menanyakan tindak lanjut yang diambil oleh unit terkait disana perihal masalah ini," kata Sri Haryati.

"Kami juga akan melakukan investigasi dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada perihal masalah ini," tambah Sri kepada perwakilan mahasiswa HMI yang duduk bersamanya saat menyampaikan aspirasi tersebut.

Kegiatan audiensi 4 perwakilan mahasiswa HMI dengan BPK RI tersebut berlangsung hingga pukul 15.45 WIB. Situasi pun dalam kondisi aman dan kondusif.

Penulis: Ruddy S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com