Oleh : Cut Aja Anisah
Pengurus Kohati Cabang Banda Aceh periode 2024-2025
Bencana alam merupakan peristiwa yang mengancam kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh dua faktor, baik faktor alam maupun faktor non-alam. Bencana alam ialah fenomena alam yang dapat merugikan masyarakat yakni, banjir akibat hujan deras, disertai dengan angin kencang.
Salah-satu komentar netizen di media sosial (Medsos) TikTok dengan bahasa Aceh menyebutkan, Nyan ka geujok angen bade le Allah, pasti gara-gara pegeut konser sabe (Allah menurunkan angin ribut pasti gara-gara sering dibuat konser).
Walaupun Kota Banda Aceh sering menggelar expo dan di tahun 2024 ini sedang dilaksanakan kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumit XXI, juga tidak luput dari fenomena alam.
Baca juga : Prof Sufmi Dasco Sebut Gerindra Siap Menangkan Asib Amin di Pilkada Nagan Raya
"Namun pada dasarnya, bencana alam yang terjadi bisa saja bukan karena sering di buat kegiatan expo, melainkan memang atas izin Allah fenomena alam terjadi,"kata Cut Aja Anisah.
Bahkan kata dia, pengunjung PON Aceh-Sumut, Roni Jordy menyebutkan, hujan deras disertai dengan angin kencang yang melanda Provinsi Aceh, bukan disebabkan oleh kegiatan Expo atau PON Aceh-Sumut. Akan tetapi sebagian daerah di Aceh memasuki musim hujan, apalagi di bulan September, November, Desember.
Baca juga : Aksi Damai Ribuan Karyawan PT MIFA, Minta Tak Hambat Investasi
Sementara itu, dirinya juga menyarankan agar seharusnya pada bulan memasuki musim hujan untuk tidak dibuat kegiatan expo. "Ini kebanyakan orang-orang nyalahin kegiatan expo karena hura-hura makanya di kasih badai, padahal memang faktor cuacanya saja,"ucap Cut Aja Anisah.
Namun disisi lain, meskipun hujan deras disertai angin kencang, hal itu tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk hadir menyaksikan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh Sumut. Bahkan, antusias masyarakat juga terlihat saat berbondong-bondong masuk ke lokasi kegiatan.
Baca juga : Kerap Terjadi Kecelakaan, Jalan Rusak ke Bandara CND Nagan Raya Diminta Diperbaiki
Ia menyebutkan, meskipun bencana alam terjadi, jangan langsung menghubungkan dengan konser sebagai penyebab, namun bencana alam terjadi akibat ulah manusia, seperti kemaksiatan dan bisa juga terjadi karena iklim cuaca yang tak menentu.
Dalam kejadian ini, masyarakat juga dapat belajar dan antisipasi jika kedepannya ingin membuat kegiatan.
"Allah menyadarkan kita melalui fenomena alam, agar selalu ingat perbuatan kita selama di dunia dan sudah saatnya kita sebagai manusia untuk selalu tetap waspada dimanapun berada dan tidak melakukan kemaksiatan," demikian Cut Aja Anisah, pengurus Kohati Cabang Banda Aceh.