19 September 2019 | Dilihat: 659 Kali
Gugatan Prof. Atip Latipulhayat di Pemilihan Rektor Unpad, Pintu Damai Masih Adakah?
noeh21
 

Penulis Oleh: Harri Safiari

IndoJayaNews  -- Hal yang menarik dari dedaran acara di Ruang Serba Guna Gedung 2 Rektorat Unpad pada 17 September 2019 lalu, sejatinya ini merupakan pemilihan rektor Unpad ulangan. Pemilihan rektor Unpad sebelumnya, sempat kandas pada tahapan 3 calon rektor rektor: Atip Latipulhayat, Aldrin Herwany, dan Obsatar Sinaga.

Sekedar mengingatkan, seturut pemberitaan kala itu Ketua MWA Unpad yang juga Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara mengumumkan pemilihan rektor Unpad diulang. Dasar pemilihan ulang ini, tertuang dalam surat nomor R/196/M/KP.03.02/2019 (10 April 2019). M Nasir, Menristekdikti meminta MWA Unpad mengubah peraturan No 3 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemilihan Rektor. Yang terjadi selanjutnya, Atip Latipulhayat melakukan gugatan.

Intinya ada dua materi gugatan Prof. Atip Latipulhayat, perbuatan melawan hukum yang dilakukan penguasa -  Kemenristekdikti dan MWA. Kedua, masalah perdata karena ia mengalami kerugian immaterial. Selama pemilihan rektor enam bulan ke belakang, pihaknya tidak menerima pemberitahuan kepastian dari MWA. Akibatnya, jadwal akademik di dalam dan luar kampus terganggu. Bahkan, beberapa kegiatan di luar negeri terganggu.

Secara terpisah, Atip ditemui (16/9/2019) di kantornya di Jl. Imam Bonjol No. 21 Kota Bandung, ini dua hari setelah digelar pertemuan khusus yang digelar MWA Unpad pada Sabtu (14/9/2019) di Unpad Training Centre Jl. Ir. H. Juanda No 4 Bandung dengan pengundang KetuaMajelis Wali Amanat Unpad, Rudiantara.  

Sekedar info,  yang hadir pada pertemuan khusus yang digagas MWA Unpad di UTC Jl. Ir. H Juanda itu, para tokoh Jabar, antara lain: Let. Jend TNI (Purn) Solihin GP yang hadir diwakili Hilman; Acil Bimbo; H. Dindin S Maolani, S.H; May. Jen. TNI (Pur). H. Iwan Ridwan Sulanjana; Erry Riyana Hardjapamekas, S.E; Prof. Dr. H.M. Didi Turmudzi, M.Si; Ir. Sarwono Kusumaatmadja; Drs. H. Eka Santosa’ Drs. H. Uu Rukmana, M.Si.; Hj. Popong Otje Djundjunan; Yanuar Primadi Ruswita (Yepi); dan Komjen Pol. Dr. Drs. H Mochamad Iriawan, S.H., M.M., M.H yang juga diwakili Hilman.

Secara eksklusif kepada redaksi sebagian besar tokoh Jabar di atas sempat berbicara dalam nuansa ‘dari hati ke hati’ – berharap terjadi rekonsiliasi atawa islah dengan pihak yang saat ini menggungat proses pemilihan rektor sebelumnya yang dimulai pada era 2018.

“Keluarga besar Unpad, khususnya MWA sejak hari ini dengan sepengetahuan para tokoh Jabar yang hadir hari ini (14/9/2019), akan mengupayakan islah dengan Pak Atip Latipulhayat. Tokh, beliau itu kan saudara kita juga – Apapun yang terjadi kita harus bicara …” papar Rudiantara mewakili suara yang hadir pada hari itu.

Berselang dua hari kemudian yakni Senin, 16 September 2019 redaksi berhasil menemui Atip Latipulhayat di kantornya di Jl. Imam Bonjol 21 Bandung. Intinya, Atip yang katanya oleh pihak tertentu di lingkungan Unpad dikatakan bergaris “keras”, nyatanya sangat jauh dari sangkaan:

“Saya setuju, ini karena gap komunikasi para pihak. Nyatanya, saya hingga hari ini masih sangat terbuka,” ujarnya dengan menekankan –“ Ingat lho, gugatan saya ajukan ke PN Bandung. Itu maksudnya, untuk membuka peluang adanya mediasi. Sya membuka kesempatan ini, hingga 4 kali, padahal biasanya cukup 3 kali saja. Nyatanya, pihak principal MWA Unpad tak pernah ada yang hadir…”

Cukup menarik sebelum menutup “curhat” mendalam dari Atip Latipulhayat itu yang katanya menutup diri dan lebih mementingkatan pendekatan hokum – Dirinya dengan penuh kebesaran hati masih membuka pintu ‘perdamaian demi kemaslahatan Unpad’.

“Yang jadi masalah itu bagi saya, siapa dari pihak MWA Unpad yang menghubungi saya?” pungkasnya dengan gesturenya yang khas – penuh makna.  Namun yang lebih menarik, sekaligus agak mengejutkan dimata redaksi, tatkala Atip dikontak pada Kamis pagi 19 September 2019: justru ia mengatakan:” Hingga pahi ini belum ada satu pun yang mengontak saya…”.   
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com