14 Oktober 2019 | Dilihat: 3553 Kali
Terkait Buruknya Pelayanan Pendidikan di Pulo Aceh
Kadis Pendidikan Aceh Harus Copot Kepala Sekolah yang Tak Bertanggungjawab
noeh21
Tim monitoring dari Dinas Pendidikan Aceh turun langsung ke Pulo Aceh usai mendapat informasi buruknya pelayanan pendidikan di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Foto: Istimewa
 

IJN - Banda Aceh | Lembaga Kajian Strategis Kebijakan Publik Aceh (Lemkaspa) turut angkat bicara terkait buruknya pelayanan pendidikan di Pulo Aceh, seperti diungkap tim investigasi Ombudsman RI perwakilan Aceh beberapa waktu lalu.

Menurut Lemkaspa, sekolah di Pulo Aceh butuh sosok guru yang mendidik dan bertanggungjawab terhadap tugasnya, bukan guru yang hanya memahami tentang gaji dan tunjangan semata. Demikian disampaikan Direktur Lemkaspa, Samsul Bahri kepada media INDOJAYANEWS.COM, Senin 14 Oktober 2019.

"Kalau hanya mengharapkan gaji dan tunjangan yang besar, tapi tidak menjalankan amanah dan tanggungjawabnya sebagai guru, maka anggaran pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa yang begitu besar tentu akan sia-sia," kata Samsul Bahri.

Baca: Tim Dinas Pendidikan Datang, Guru dan Kepala Sekolah Mendadak Hadir

Bukan hanya guru PNS, kata Samsul, namun sosok yang seharusnya sangat bertanggungjawab terhadap kondisi pendidikan di Pulo Aceh adalah kepala sekolah. Samsul berharap Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Rachmat Fitri HD, MPA segera mengganti kepala sekolah yang lebih baik.

"Kita ingin Pak Kadis Pendidikan Aceh mencopot jabatan kepala sekolah yang tidak bertanggungjawab. Apalagi saat ini Pemerintah Aceh sedang gencar-gencarnya meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Aceh Hebat yaitu Aceh Caroeng, jangan sampai Pemerintah dan Dinas Pendidikan dibuat malu dengan keberadaan orang-orang yang malas dan hanya berharap makan gaji buta," jelasnya.

Selain itu, Samsul juga mengpresiasi reaksi cepat Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang langsung mengirim tim monitoring usai mendapat informasi hasil investigasi dari tim Ombudsman RI Perwakilan Aceh.

"Kita juga berterima kasih banyak kepada Kepala Ombudsman RI Aceh Bapak Taqwaddin. Karena berkat investigasi dari Ombudsman, Kepala dinas pendidikan langsung merespon cepat, mudah-mudahan pendidikan di Pulo Aceh kedepan akan semakin membaik," harapnya.

Baca: Ombudsman Ungkap Buruknya Pelayan Pendidikan di Pulo Aceh

Untuk diketahui, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Rachmat Fitri telah menurunkan tim monitoring guru sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) ke Pulo Aceh, Aceh Besar, pada Jumat 11 Oktober 2019, terkait tidak adanya guru di SMA Negeri 2 Pulo Aceh.

Tim monitoring yang ditugaskan Racmat ke Pulo Aceh terdiri dari Kepala Bidang SMA dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Zulkifli, S.Pd, M.Pd, Kepala Cabang Disdik Wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh, Dra. Lila Rosnilawati, dan Pengawas Pembina, Ir Baharuddin, M.Pd. Mereka akan verifikasi data Ombudsman di SMA 2 Pulo Aceh, dan memonitor kondisi SMA/SLTA lainnya di pulau terluar Aceh itu.

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com