16 Januari 2021 | Dilihat: 381 Kali
Prihatin Terhadap Pendidikan di Nagan Raya, Puji Hartini Beri Solusi Wujudkan Fungsi Pengawasan
noeh21
Wakil ketua II DPRK Nagan Raya, Puji Hartini (Tengah).
 

IJN - Nagan Raya | Publik dibuat heboh dengan adanya pemberitaan guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) disalah satu kecamatan di Nagan Raya diduga jarang masuk. Bahkan, mirisnya siswa terpaksa pulang dikarenakan guru tidak ada.
 
Hal itu juga mendapat respon cepat dari Wakil ketua II DPRK Nagan Raya, Puji Hartini kepada INDOJAYANEWS mengaku prihatin dengan kondisi pendidikan di Kabupaten Nagan Raya.
 
"Saya prihatin dengan kondisi pendidikan di Nagan Raya disalahsatu sekolah seperti yang diberitakan beberapa pekan lalu,"kata Puji Hartini.
 
Diketahui, adanya informasi itu, langsung mendapat respon cepat dari Kadisdik, bahkan langsung mendatangi Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut.
 
"Apresiasi tinggi saya untuk Kadis Pendidikan yang telah sigap menanggapi apa yang telah diberitakan media online mengenai kondisi pendidikan di Beutong Ateuh,"kata Puji Hartini. Sabtu 16 Januari 2021.
 
Tak hanya itu, Wakil Ketua II DPRK Nagan Raya, Puji hartini kepada INDOJAYANEWS juga menyampaikan pesannya agar pengawasan terhadap kepala sekolah dan guru di Nagan Raya harus ditingkatkan.
 
"Supaya proses belajar mengajar yang tidak efektif dapat dihindari,"pesan Puji Hartini.
 
Selain itu, ia menyebut terkait teguran juga harus diperhatikan kebijakan dengan mengevaluasi apa yang menjadi kendala bagi para guru di lapangan, agar tidak serta merta menegur, namun tidak memahami kondisi yang dihadapi para tenaga didik.
 
Wakil ketua II DPRK Nagan Raya ini juga memberikan solusinya terhadap kondisi pendidikan di Nagan Raya.
 
Bagi Kepala Dinas pendidikan yang baru untuk membuat masterplan agar dapat terwujud program yang jelas dan lebih efesien, seperti halnya mengkondisikan pemerataan guru ASN berdasarkan lokasi guru bertempat tinggal atau dengan sistem acak.
 
Agar pendidikan di Nagan Raya dapat ditingkatkan lebih baik kedepannya. Puji Hartini juga menyarankan kepada Disdik perlu adanya absensi bersistem aplikasi.
 
"Karena absensi kehadiran para guru merupakan faktor penting bagi sebuah instansi Pendidikan, untuk mencapai tujuan, hal ini berkaitan pada kedisiplinan yang berdampak pada kinerja,"demikian tutup Puji Hartini.


Penulis : Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com