IJN - Bireuen | Regenerasi kepemimpinan mahasiswa di lingkungan Universitas Almuslim (Umuslim) resmi dimulai. Hal ini seiring Rektor Dr. Marwan, M.Pd, melantik pengurus Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) periode 2026/2027 dalam prosesi yang berlangsung di Aula MA Jangka, Rabu, 20 Mei 2026.
Pelantikan ini menjadi penegasan arah baru organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis kampus dalam membangun kepemimpinan, penguatan akademik, hingga pengabdian masyarakat.
Prosesi pelantikan yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pemira Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Almuslim itu turut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir, S.IP., MPA, Juru Bicara Pemerintah Aceh Dr. Nurlis Effendi, unsur Forkopimda, hingga jajaran Yayasan Almuslim Peusangan dan sivitas akademika.
Pada acara ini, Rektor Universitas Almuslim secara langsung mengambil sumpah jabatan sekaligus melantik kepengurusan baru yang akan memimpin organisasi mahasiswa selama satu periode ke depan.
Adapun kepengurusan yang dilantik yakni, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Natta Syifa R.A, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Iman Apriliansyah Putra, Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) dengan presidennya Reza Mauliya Pasha dan Wakil Presiden Mahasiswa: Anza Aulia.
Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd, menegaskan organisasi mahasiswa harus menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang melahirkan kader-kader intelektual dan berintegritas, bukan hanya sebatas wadah aktivitas seremonial.
“Organisasi mahasiswa merupakan tempat belajar kepemimpinan, pengabdian, dan pengembangan diri. Pengurus yang baru harus mampu membangun komunikasi yang baik, aktif dalam kegiatan positif serta menjaga nama baik Universitas Almuslim,” katanya.
Pesan senada disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, S.IP., MPA, yang menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan calon pemimpin masa depan daerah.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan bukan hanya arena politik kampus, melainkan tempat pembentukan kapasitas kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi.
Mahasiswa harus menjadi generasi yang aktif, kreatif dan memiliki integritas. Organisasi kemahasiswaan menjadi wadah penting membangun karakter kepemimpinan untuk masa depan daerah dan bangsa, katanya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Almuslim, Rusyidi Mukhtar, S.Sos, menekankan agar mahasiswa mampu menjaga nilai akademik, etika dan semangat pengabdian.
Ia berharap organisasi mahasiswa tidak berhenti pada aktivitas internal kampus, tetapi mampu melahirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pelantikan juga dirangkai dengan penampilan seni mahasiswa serta dihadiri perwakilan delapan fakultas yang menunjukkan dukungan terhadap kepengurusan baru.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru MPM, DPM dan PEMA periode 2026/2027, organisasi kemahasiswaan Universitas Almuslim diharapkan bergerak lebih progresif, adaptif, serta menjadi motor penggerak pengembangan kampus dan pemberdayaan mahasiswa di masa mendatang.
Penulis | Amiruddin
Editor | Muhammad Zairin