18 Oktober 2019 | Dilihat: 2419 Kali
Ancam Aktivis HAM, Oknum DPRK Aceh Timur Bakal Dilaporkan ke Mabes Polri
noeh21
Istimewa
 

IJN - Banda Aceh | Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Aceh asal Aceh Timur, Ronny Hariyanto, mendapat ancaman dari salah seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Aceh Timur.

Ronny mendapat ancaman usai mengkritik DPRK setempat yang dinilai tidak akan berani melayangkan protes mengkritik kebijakan Bupati Aceh Timur. Menurut Ronny, pada periode sebelumnya, belum ada anggota DPRK yang berani mengkritik Bupati H Hasballah Bin HM Thaib SH atau Rocky.

Adalah oknum DPRK berinisial M atau AL dari salah satu partai lokal, yang melayangkan ancaman terhadap Ronny. Ancaman itu disampaikan juga oleh M melalui akun media sosial facebook, yang diduga kuat bernada rasis kepada Aktivis Aceh Timur tersebut.

"Aneuk jawa nyan ka ijak peugoe rimueng eh  (Anak Jawa itu sudah membangunkan harimau tidur)," tulis M menggunakan akun facebook bernama Panglima Asahan.

Bahkan, melalui akun yang diduga dikelola langsung oleh oknum wakil rakyat itu, juga memposting foto Ronny Hariyanto dengan menuliskan "Dpo DPRK Aceh Timur".

Bukan hanya itu, menurut Ronny, oknum DPRK Aceh Timur itu disebut juga telah mengancam wartawan yang ingin mengklarifikasi hal itu melalui aplikasi WhatsApp. "Seharusnya dia tidak marah kepada wartawan, sebab wartawan hanya meminta klarifikasi," ujar Ronny.

Melihat sikap oknum DPRK seperti itu, Ronny mengaku semakin yakin bahwa DPRK Aceh Timur periode 2019-2024 juga tidak akan berani mengkritik bupati. Padahal lanjut Ronny, kritik dari wakil rakyat yang disampaikan kepada pemerintah apalagi dipublish ke media, akan mempercepat pembangunan daerah.

"Anggota DPR perlu berperan aktif mengkritik setiap kebijakan yang dianggap tidak pro kepada rakyat atau kurang menguntungkan rakyat, bukan malah diam dan menjadi pendukung utama setiap kebijakan Bupati tanpa mempertimbangkan kepentingan rakyat," kata pemuda asal Idi, Aceh Timur itu saat diwawancara Media INDOJAYANEWS.COM, Jumat sore 18 Oktober 2019.

Lebih jauh, bukan hanya oknum M, salah satu pendukungnya di kolom komentar media sosial facebook bernama Teuku Ahmad Fahry bahkan mengancam akan menghabisi Ronny. "Kalau kita tidak temukan dia makan ibunya kita habisi," tulis akun Teuku Ahmad Fahry menggunakan bahasa Aceh.

Kasus ancaman bernada rasis yang diduga dilakukan oknum DPRK Aceh Timur itu rencananya akan dilaporkan ke pihak berwajib. "Bukan hanya itu, kita juga berencana melaporkan oknum anggota DPRK Aceh Timur ini ke polisi karena mengancam wartawan," pungkasnya.

Sejak kasus ini menghebohkan publik di Aceh, belum ada pernyataan resmi dari oknum anggota DPRK tersebut, baik sekedar memberi penjelasan atas dugaan mengancam bernada rasis, mengancam wartawan, atau untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan.

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com